Demo di Kemenag Selesai, Massa PA 212 Bubar-Lalin Kembali Normal

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 04 Mar 2022 17:36 WIB
Kondisi lalin di dekat Kemenag usai demo PA 212 bubar
Massa demo PA 212 di Kemenag membubarkan diri. (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Demo dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 di kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta Pusat, telah selesai. Massa aksi PA 212 pun membubarkan diri.

Pantauan detikcom, Jumat (4/3/2022) sekitar pukul 16.20 WIB, massa aksi perlahan mulai meninggalkan lokasi demo. Mereka membubarkan diri dari Jalan Lapangan Banteng Barat menuju Jalan Lapangan Banteng Utara. Sebagian lagi ada yang menuju Jalan Lapangan Banteng Selatan hingga Jalan Katedral.

Saat massa membubarkan diri, lalu lintas di sekitar lokasi aksi terpantau ramai-lancar. Kendaraan taktis yang sebelumnya terparkir pun tampak sudah meninggalkan lokasi demo.

Kondisi lalin di dekat Kemenag usai demo PA 212 bubarKondisi lalin di dekat Kemenag usai demo PA 212 bubar. (Wildan/detikcom)


Lalu lintas dari Jalan Perwira dan Jalan Lapangan Banteng Utara menuju Jalan Lapangan Banteng Barat arah Kemenag yang sebelumnya ditutup kini sudah dibuka kembali pada pukul 16.33 WIB. Hingga kini, petugas kepolisian masih melakukan penjagaan agar lalu lintas di sekitar lokasi berjalan normal.

"Kita mengikuti UU yang ada, paling lambat jam 17.00 WIB kita sudah selesai. Karena itu, aturannya kita akan hormati aturan itu," kata Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif kepada wartawan di lokasi, Jumat (4/3/2022).

Slamet mengklaim bahwa aksi hari ini mendemo Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait azan dilakukan oleh ribuan orang di 17 titik seluruh Indonesia. Menurutnya, untuk daerah Jakarta dan sekitarnya memang difokuskan di kantor Kemenag, Jakarta Pusat.

"Kita ribuan yang hari ini turun, karena hanya Jakarta dan sekitarnya. Hari ini kita turun di 17 titik se-Indonesia. Dan Jakarta kita fokuskan di kantor Kementerian Agama," ujarnya.

Dalam aksi ini, Slamet meminta Menag Yaqut minta maaf atas pernyataannya. Dia ingin Yaqut segera bertobat.

"Pertama, kita menuntut dan meminta dengan hikmat kepada Pak Menteri Agama untuk bertobat kepada Allah dan meminta maaf kepada umat Islam. Karena apa yang dia ucapkan membandingkan kalimat suci dengan binatang yang bagi umat Islam najis dan tidak layak serta tidak layak diucapkan oleh pejabat publik, apalagi Menteri Agama," ucapnya.

Selain itu, massa aksi meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti dugaan kasus penistaan agama buntut ucapan Yaqut tersebut.

"Kita juga menuntut hari ini kepada pihak kepolisian untuk segera memproses beberapa laporan yang sudah dilaporkan oleh kawan-kawan tentang dugaan penistaan agama. Polisi proses saja sudah, jadi lakukan tugas profesionalnya, panggil, proses biarkan nanti pengadilan yang akan menentukan," imbuhnya.

Rencanakan Aksi Susulan

Slamet mengatakan pihaknya berencana melakukan aksi susulan pekan depan dengan eskalasi massa yang lebih banyak. Hal itu bakal dilakukan jika tuntutan PA 212 belum direalisasikan.

"Kita tunggu sampai dengan Jumat depan, kalau belum ada proses yang dijalankan oleh pihak kepolisian, saya pastikan Jumat depan kita akan turun kembali. Jumat depan kita akan satukan dari berbagai daerah untuk bisa meminta kepada pihak kepolisian untuk memproses hukum secara adil," pungkasnya.

(fas/fas)