Kronologi Peluru Nyasar Iqbal
Rabu, 17 Mei 2006 14:38 WIB
Jakarta - Nasib kepala Mohammad Iqbal Wian Eka Putra (4 tahun 3 bulan) yang ditembus peluru kini tergantung kerja tim dokter RSPAD Gatot Soebroto. Bagaimana peluru itu bisa bersarang di kepalanya? Bagaimana peluru itu bersarang di kepalanya?Ayah Iqbal, Wijiono, menceritakan secara tertulis peristiwa naas yang menimpa anaknya itu kepada wartawan di RSPAD Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2006).Peristiwa itu, tutur karyawan PT Tekadin, sebuah perusahaan batu bara, terjadi 8 Mei pukul 23.45 Wita. Saat itu Iqbal sedang tidur bersamanya.Tiba-tiba terdengar suara nyaring dari atap rumah yang terbuat dari seng. Atap rumah seperti tertembus suatu benda hingga menembus plafon. Belum sadar dari keterkejutannya, Mujiono langsung menjerit kaget ketika mengetahui anaknya sudah berlumuran darah di kepalanya.Dalam keadaan panik, dia lalu berusaha mencari penyebab luka yang diderita anaknya. Saat menengadahkan kepala ke atas, Mujiono melihat di plafon rumahnya ada lubang sebesar jari.Tanpa pikir panjang, Mujiono lalu membawa anaknya ke Rumah Sakit Amalia, Bontang. Tepat pukul 24.00 Wita dipastikan terdapat proyektil peluru yang bersarang di kepala korban. Berdasarkan hasil rontgen, terdapat proyektil di bagian pelipis kanan atas Iqbal.Namun karena rumah sakit tersebut tidak memiliki peralatan yang memadai akhirnya Iqbal dirujuk ke RS Wahab Syahrani, Samarinda. Iqbal sampai di rumah sakit tersebut sekitar pukul 05.00 Wita.Dari rontgen yang dilakukan di rumah sakit ini ternyata diketahui proyektil peluru itu mempunyai kedalaman 4 cm. Sama halnya dengan RS Amalia, RS Wahab angkat tangan melihat kondisi Iqbal. Bocah ini pun dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan keluarga Wijiono. Untuk perawatan di dua rumah sakit, keluarga sederhana ini harus mengeluarkan uang dari koceknya sebesar Rp 3,2 juta. Belum lagi biaya keberangkatan ke Jakarta untuk keluarga dan seorang perawat yang mencapai Rp 4,5 juta.
(umi/)











































