ADVERTISEMENT

Sidang Vonis 2 Polisi Penembak Laskar FPI Digelar 18 Maret

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 04 Mar 2022 13:53 WIB
Sidang replik kasus Km 50 (Wilda-detikcom)
Foto: Sidang replik kasus Km 50 (Wilda-detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim menetapkan sidang vonis kasus penembakan laskar FPI dengan terdakwa Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan digelar 18 Maret 2022. Sidang vonis digelar setelah pihak pengacara kedua terdakwa tak akan mengajukan duplik.

"Untuk saudara Fikri seperti itu ya dan untuk itu giliran majelis memberi putusan pada perkara ini dan majelis menetapkan untuk menyusun putusan persidangan, kami tunda dan kami buka lagi Jumat, 18 Maret 2022," kata Hakim Ketua Muhammad Arif Nuryanta saat sidang pembacaan replik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Jumat (4/3/2022).

"Sama dengan perkara sebelumnya (kasus Briptu Fikri), untuk perkara atas nama Yusmin Ohorella kita tunda, Jumat 18 Maret 2022," imbuhnya.

Arif mengatakan sidang vonis kedua terdakwa itu akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.

"Jam 09.00 WIB pagi. Baik untuk jam bisa kita mulai pagi, seandainya itu memakan waktu lama kita break, salat Jumat dan kita lanjutkan," ujarnya.

Diketahui, Jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan menolak seluruh pleidoi yang diajukan terdakwa Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan. Jaksa tetap menuntut kedua terdakwa dipenjara selama 6 tahun.

"Setelah kami mendengar pembelaan terdakwa, kami menolak seluruhnya. Maka kami penuntut umum menyatakan tetap pada penuntutan," kata jaksa Donny Mahendra Sany.

Donny menyerahkan keputusan kepada majelis hakim. Donny berharap majelis hakim dapat menjatuhkan putusan dengan seadil-adilnya.

"Selanjutnya kami serahkan kepada majelis hakim dalam menjatuhkan putusan dengan seadil-adilnya," katanya.

Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan sendiri didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50. Kedua polisi itu sebenarnya didakwa bersama seorang lagi, yaitu Ipda Elwira Priadi, tetapi yang bersangkutan meninggal dunia karena kecelakaan.

"Bahwa akibat perbuatan Terdakwa (Ipda Yusmin) bersama-sama dengan Briptu Fikri Ramadhan serta Ipda Elwira Priadi (almarhum) mengakibatkan meninggalnya Luthfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, dan M Suci Khadavi Poetra," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (18/10/2021).

Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan diyakini jaksa melanggar Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(whn/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT