ADVERTISEMENT

Rafflesia Patma Dikembangkan di Kebun Raya Bogor, Sudah 16 Kali Mekar

M Solihin - detikNews
Kamis, 03 Mar 2022 16:24 WIB
Rafflesia Patma dikembangbiakkan di Kebun Raya Bogor
Rafflesia patma dikembangbiakkan di Kebun Raya Bogor (M Solihin/detikcom)
Bogor -

Rafflesia patma, tumbuhan bersifat parasit yang terancam punah, kini terus dikembangbiakkan di Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat. Sejak diteliti pada 2004, bunga Rafflesia patma, yang merupakan tanaman endemik asal Pangandaran, Jawa Barat, itu sudah 16 kali mekar.

"Saya penelitian 2004, baru berhasil (tumbuh dan mekar) di 2010. Jadi selama jangka waktu itu, saya tunggu kan sampai berhasil, berbunga. Dari 2010 sampai saat ini yang berhasil tumbuh hingga mekar bunganya baru ada 16," kata kurator Koleksi Anggrek dan Raflesia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sofi Mursidawati, Kamis (3/3/2022).

"Jadi kalau pertanyaannya berapa Rafflesia patma yang tumbuh dan mekar, itu sudah 16, terakhir itu berbunga pada 2019. Kalau 'bayi-bayi' raflesia sendiri itu ada sejak 2004, tetapi tidak semua tumbuh hingga mekar bunganya," tambah Sofi, yang kini terus melakukan penelitian terhadap Rafflesia patma di Kebun Raya Bogor.

Sofi menyebut proses pengembangbiakan Rafflesia patma dilakukan dengan metode grafting atau stek. Dengan keahlian khusus, akar Rafflesia patma yang distek kemudian disambung ke tubuh tartastigma atau inang yang sama dengan inang dari habitat asli Rafflesia patma di Pangandaran.

"Tumbuh-tumbuhan anggur liar yang jadi inang raflesia itu banyak di Pangandaran, tetapi tidak di semua tumbuhan anggur liar itu tumbuh raflesia. Jadi Rafflesia patma ini memang spesifik, terutama waktu," kata Sofi.

Di habitat aslinya, Rafflesia patma tumbuh dari biji yang ada di dalam buah dari Rafflesia patma. Belum bisa dipastikan juga bagaimana buah yang memiliki cangkang keras itu bisa pecah dan biji yang ada di dalamnya keluar, sehingga tumbuh bunga baru.

"Jadi raflesia ini memang spesifik, terutama waktu. Jadi dia kan berkembang biaknya itu dengan biji. Nah, biji ini harus tersebar di waktu yang tepat. Ukuran bijinya kecil seperti gula pasir. Jadi ada buah di Rafflesia patma ini," kata Sofi.

"Hari ini pun saya baru mencoba mengembangbiakkan ya, belum pada kategori budi daya," imbuhnya.

Simak juga 'Makin Cantik! Yuk Keliling ke 4 Taman Baru di Kebun Raya Bogor':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT