Polisi Penembak Pendemo hingga Tewas di Sulteng Pakai Pistol HS-9

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 02 Mar 2022 15:06 WIB
Kapolda Jabar Irjen Rudi Sufahriadi
Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi (Dok. Humas Polda Jabar)
Jakarta -

Bripka H, oknum polisi yang menembak pendemo hingga tewas yang bernama Erfaldi (21), ditetapkan sebagai tersangka. Usut punya usut, Bripka H menembak Erfaldi dengan senjata api pistol jenis HS-9.

"Setelah dilakukan uji balistik dan pemeriksaan uji forensik di Makassar, ditemukan identik dengan anak peluru dan proyektil pembanding yang ditembakkan dari senjata organik pistol HS-9 dengan nomor seri H239748 atas nama pemegang Bripka H," kata Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi kepada wartawan, Rabu (2/3/2022).

Rudy mengatakan pihaknya juga melakukan uji DNA hasil sampel darah yang ditemukan dari proyektil yang digunakan oleh Bripka H. Hasilnya, sampel darah itu merupakan milik Erfaldi.

"Begini juga hasil uji DNA dari sampel darah yang ditemukan dari proyektil dengan darah korban dan hasilnya identik," ujar Rudy.

Bripka H Jadi Tersangka

Sebelumnya, Erfaldi tewas setelah ditembak oknum polisi saat ikut aksi demo. Pelaku penembakan diketahui atas nama Bripka H kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Penyidik telah menetapkan Bripka H sebagai tersangka," ungkap Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi kepada wartawan di sela acara Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun Anggaran 2022 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022).

Diketahui, Bripka H merupakan seorang bintara yang bertugas di Polres Parigi Moutong. Rudy menyebut Bripka H dijerat dengan Pasal 35 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Kapolda Sulteng Minta Maaf

Kapolda Sulteng Irjen Rudy menyayangkan terjadinya peristiwa penembakan terhadap pendemo tersebut. Pihaknya akan melakukan penindakan hukum secara tegas.

"Sangat disayangkan insiden ini. Namun kami bekerja profesional. Siapa pun yang bersalah akan kami hukum sesuai aturan dan perundang-undangan berlaku," ujar Rudy seperti dilansir dari Antara, Minggu (13/2).

Insiden itu terjadi di Desa Katulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, pada Sabtu (12/2) malam.

Irjen Rudy, atas nama pribadi dan institusi kepolisian, turut memohon maaf kepada keluarga korban atas tewasnya Erfaldi. Dia mengatakan polisi akan melakukan langkah-langkah konkret.

(rak/aud)