ADVERTISEMENT

Jejak Nurhadi: Pukul Petugas Rutan KPK hingga Ribut dengan Novanto di Lapas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 02 Mar 2022 14:56 WIB
Eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono kembali jalani sidang virtual. Sidang itu digelar terkait kasus suap-gratifikasi yang menjerat keduanya
Eks Sekretaris MA, Nurhadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi, berselisih dengan terpidana megakorupsi e-KTP, Setya Novanto. Sebelum perselisihan ini, Nurhadi juga pernah memukul petugas Rutan KPK.

Perselisihan antara Nurhadi dan Novanto ini disebut sudah lama terjadi dan kini sudah selesai.

"Perselisihan sudah selesai, itu kejadian lama," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan (Pas) Rika Apriyanti saat dimintai konfirmasi, Rabu (2/3/2022).

Diketahui, Setya Novanto dan Nurhadi sama-sama dieksekusi di Lapas Sukamiskin. Novanto menjalani masa pidana 15 tahun penjara karena kasus korupsi e-KTP.

Sedangkan Nurhadi divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Nurhadi terbukti menerima suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara sebesar Rp 49 miliar.

Sebelum berselisih dengan Novanto, Nurhadi juga pernah memukul petugas rutan KPK. Berikut ini jejak kontroversi Nurhadi.

Nurhadi Pukul Petugas Rutan KPK

Tahun lalu, seorang petugas Rumah Tahanan (Rutan) KPK diduga menjadi korban pemukulan oleh Nurhadi yang berstatus sebagai terdakwa perkara suap, Nurhadi. Korban pun melaporkannya ke polisi.

Pelaporan terhadap Nurhadi dilakukan pada Jumat (29/1/2021), sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaporan didampingi oleh pihak Biro Hukum KPK. Petugas rutan pun telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak dokter rumah sakit.

Pada Senin (1/2), polisi melakukan gelar perkembangan kasus. Hal itu dilakukan untuk mempelajari kasus tersebut.

Nurhadi sendiri telah diperiksa polisi pada 4 Februari 2021. Pemeriksaan Nurhadi dilakukan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan bahwa motif Nurhadi memukul petugas rutan lantaran emosi.

"Itu hanya emosi ketika ada percakapan yang tidak sesuai, tidak pas. Jadi terlapor itu emosi dan melakukan pemukulan," kata Jimmy.

"Artinya dia emosi, ada gerakan seperti melakukan pemukulan," sambung Jimmy.

Kendati demikian, kasus ini belum ada kabarnya lagi setelah terkendala. Saat itu, polisi perlu izin dari hakim Tipikor untuk memeriksa saksi lain dalam kasus tersebut.

Tonton juga Video: Menghitung Angka Fantastis Gugatan Fredrich ke Setya Novanto

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT