Bamsoet Ingatkan TNI-Polri Waspada Hadapi Situasi Geopolitik Global

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Selasa, 01 Mar 2022 19:54 WIB
Di Rapim TNI-Polri, Bamsoet Bicara Pentingnya Kekuatan Pertahanan RI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan TNI-Polri agar selalu waspada dan siap menghadapi berbagai situasi geopolitik global. Apalagi di tengah lonjakan kasus Omicron saat ini, dunia juga harus mengantisipasi disrupsi keamanan dengan meletusnya perang antara Rusia-Ukraina.

Menurut Bamsoet, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemerdekaan, dan perdamaian, Indonesia berharap Rusia dan Ukraina segera menemukan titik temu untuk menghentikan penggunaan kekerasan, dan beralih menggunakan saluran diplomatik.

"Dari sisi militer, perang di Ukraina harus dijadikan pembelajaran tentang bagaimana eskalasi konflik bisa secara cepat meningkat menjadi perang terbuka. Kita harus mencermati mengapa berbagai upaya diplomasi hingga strategi penangkalan yang digelar di Eropa gagal mencegah perang," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (1/3/2022).

"Kita harus mendalami bagaimana dilema keamanan antara AS-NATO-Ukraina dan Rusia bereskalasi menjadi ketegangan diplomatik yang menemui titik buntu strategis hingga kemudian memicu perang," imbuh Bamsoet saat memberikan pembekalan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan Indonesia perlu memahami gelar kekuatan yang cenderung tidak berimbang antara Ukraina dan Rusia, yang bereskalasi menjadi perang asimetrik. Selain itu, penting juga untuk mengkaji perubahan-perubahan taktik dan teknologi tempur yang digunakan guna memastikan gelar kekuatan bangsa Indonesia tetap relevan dengan dinamika teknologi persenjataan terkini.

"Bagi Indonesia, perang di Ukraina bisa memberikan pengaruh politik dan ekonomi yang mengharuskan kita mengkalkulasi ulang strategi kebijakan serta program pemulihan ekonomi dan reformasi struktural yang menjadi fokus pemerintah di tahun 2022," jelasnya.

Bamsoet mengatakan pendadakan strategis Ukraina harus dicermati secara berkala. Hal ini dalam rangka mengantisipasi dampaknya terhadap kondisi perekonomian nasional.

"Berbagai mitigasi struktural dan substantif komprehensif yang sudah dijalankan untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19 telah memberikan kita pembelajaran yang penting untuk mengatasi pendadakan strategis," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menilai bangsa Indonesia relatif berhasil melakukan navigasi kebijakan untuk mengatasi masalah goncangan penawaran (supply shock), yang ditandai dengan gejolak harga energi.

Tidak hanya itu saja, RI juga dinilai sukses mengatasi masalah kelangkaan kontainer yang sempat mengganggu laju ekspor dan impor di dalam negeri. Selain itu juga berhasil mengoptimalkan kenaikan harga komoditas strategis global, demi memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

"Salah satu pembelajaran utama dari pendadakan strategis pandemi COVID-19 dan perang di Ukraina adalah situasi politik keamanan dan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh dinamika global. Untuk itu, perumusan strategi kebijakan yang bersifat komprehensif, holistik, yang selalu mengandalkan sinergitas lintas sektor harus menjadi formula andalan untuk mengatasi pendadakan strategis," terang Bamsoet.

Bersambung di halaman selanjutnya. Langsung klik