3 Ton Ikan yang Dimitoskan di Sumbar Mati Usai Banjir Bandang-Gempa

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 01 Mar 2022 19:20 WIB
Sebanyak tiga ton ikan mati setelah terjadi banjir bandang di kawasan Lubuk Landur Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar (Jeka Kampai/detikcom)
Sekitar 3 ton ikan mati setelah terjadi banjir bandang di kawasan Lubuk Landur, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar. (Jeka Kampai/detikcom)
Pasaman Barat -

Sekitar 3 ton ikan mati setelah terjadi banjir bandang di kawasan Lubuk Landur, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar). Ikan yang mati tersebut merupakan ikan larangan yang tak pernah ditangkap atau dimakan warga dan memiliki berat 5-12 kilogram per ekor.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pasaman Barat, Zulfi Agus, mengatakan kematian ikan-ikan itu disebabkan oleh banyaknya material lumpur di dalam sungai yang dipicu hujan lebat dan banjir bandang.

"Tadi malam hujan lebat, material lumpur yang ada dalam sungai menyebabkan gangguan insang. Itu yang menyebabkan ikan mati," kata Zulfi kepada detikcom di lokasi kejadian.

"Kalau perkiraan dari laporan yang terpantau di lapangan, hampir 3 ton," tambah dia.

Sebanyak tiga ton ikan mati setelah terjadi banjir bandang di kawasan Lubuk Landur Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar (Jeka Kampai/detikcom)Diduga ikan-ikan itu mati disebabkan banyaknya material lumpur seusai banjir bandang. (Jeka Kampai/detikcom)

Oleh masyarakat setempat, ikan-ikan itu dikumpulkan dan dikuburkan. Warga menggali kuburan di pinggiran aliran sungai. Mereka memilih menguburkan ketimbang memakan ikan tersebut karena statusnya adalah ikan larangan.

"Jadi ini ikan larangan. Tidak ada yang berani mengambil ataupun memakannya. Jadi kami dari warga memilih menguburkan. Ikan di sini tak pernah dimakan. Yang pernah dimakan hanya ikan yang ada jaraknya sekilo dari sini," kata salah seorang warga setempat, Asiman.

Sebanyak tiga ton ikan mati setelah terjadi banjir bandang di kawasan Lubuk Landur Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar (Jeka Kampai/detikcom)Ikan larangan tak pernah ditangkap atau dimakan warga karena ada mitos yang melekat padanya (Jeka Kampai/detikcom)

Tentang Ikan Larangan

Bagi masyarakat Minang, ikan larangan adalah sebuah mitologi tentang ikan yang dilarang untuk ditangkap, dipancing, dan dimakan. Yang melanggar dipercaya akan mendapat bala karena ikan sudah dimantra.

Ikan larangan baru bisa dimanfaatkan melalui sebuah agenda dan ritual khusus. Ikan larangan juga tidak akan bergerak ke mana-mana/meskipun banjir sekalipun.

Banjir bandang dan longsor menjadi bencana ikutan setelah gempa bumi magnitudo 6,1 yang melanda Kabupaten Pasaman Barat. Pos penanggulangan bencana setempat mencatat ada 11 titik longsor yang dikhawatirkan mengganggu distribusi bantuan untuk korban bencana.

Lihat juga Video: Update Gempa Sumbar: 11 Warga Meninggal, 16 Ribu Warga Mengungsi

[Gambas:Video 20detik]




(jbr/jbr)