Di Markas Besar PBB, Indonesia Dorong Solusi Damai di Ukraina

ADVERTISEMENT

Di Markas Besar PBB, Indonesia Dorong Solusi Damai di Ukraina

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 01 Mar 2022 13:00 WIB
Arrmanatha Nasir
Arrmanatha Nasir (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York Duta Besar Arrmanatha Nasir berbicara terkait kontribusi semua pihak di Majelis Umum PBB untuk kepentingan kemanusiaan. Indonesia mendorong agar semua pihak memastikan adanya solusi damai di Ukraina.

"Aksi kita di Majelis Umum PBB harus berkontribusi kepada kepentingan kemanusiaan yang lebih besar," kata Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York Duta Besar Arrmanatha Nasir di sesi khusus darurat (emergency special session) PBB mengenai Ukraina, di Markas Besar PBB, New York, dikutip dari situs Kemlu, Selasa (1/3/2022).

Arrmanatha mengawali dengan menyampaikan bahwa situasi di Ukraina telah mencederai tatanan perdamaian di Eropa Timur. Ia menekankan aksi militer di Ukraina tidak dapat diterima.

"Aksi militer di Ukraina mempertaruhkan nyawa warga sipil dan mengancam perdamaian serta stabilitas regional dan global," kata Dubes Tata.

Oleh sebab itu, Indonesia mendorong agar perdamaian segera diwujudkan di Ukraina. Dalam konteks ini, Indonesia mendorong semua pihak memastikan solusi damai melalui dialog dan diplomasi.

"Semua pihak harus menghormati tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah," ujar Dubes Tata.

Lebih lanjut Dubes Tata mengingatkan, dalam situasi perang, masyarakat sipil akan menanggung dampak terbesar. Ia memaparkan ada dua hal yang patut diperhatikan. Pertama, semua warga sipil yang membutuhkan dapat memperoleh akses bantuan kemanusiaan. Kedua, masyarakat sipil yang ingin keluar dari Ukraina diberi safe passage.

"Saya meminta semua pihak untuk memastikan safe passage kepada masyarakat sipil, terlebih adanya warga negara Indonesia di Ukraina dalam proses evakuasi," ungkap Dubes Tata.

Mengakhiri pernyataan, Dubes Tata menegaskan konflik dan ketegangan tidak memberi manfaat untuk siapa pun. Untuk itu, Dubes Tata mengajak anggota Majelis Umum PBB untuk berfokus pada upaya membawa perdamaian di Ukraina.

Pertemuan emergency special session Majelis Umum PBB kali ini dilaksanakan atas permintaan yang didukung 11 negara anggota Dewan Keamanan (DK) PBB. Hal ini dilakukan karena negara anggota tersebut merasa DK PBB gagal membahas dan mengambil aksi terkait situasi di Ukraina.

Sejak awal krisis Ukraina dibahas di PBB, Indonesia aktif mendorong agar dilakukannya dialog dan diplomasi. Dalam berbagai kesempatan, Indonesia secara proaktif melakukan pendekatan kepada negara-negara kunci, termasuk anggota DK PBB, untuk memastikan respons PBB yang konstruktif terhadap krisis yang berlangsung.

Menyadari sulit dicapainya konsensus di DK PBB, Indonesia berupaya menjembatani terciptanya resolusi konstruktif, dan tergabung dalam kelompok kecil perumus resolusi di Majelis Umum PBB terkait agresi di Ukraina.

Indonesia berperan aktif mendorong agar resolusi memuat aspirasi seluruh pihak secara berimbang guna mencegah perpecahan di Majelis Umum PBB. Indonesia mendorong dimuatnya desakan untuk dialog damai, perlindungan warga sipil dan referensi terkait safe passage, serta akses bagi bantuan kemanusiaan.

Pertemuan ini merupakan sesi khusus darurat yang diajukan oleh Dewan Keamanan PBB. Pertemuan darurat Majelis Umum PBB yang diajukan oleh DK PBB terakhir kali diadakan pada 40 tahun lalu mengenai Occupied Arab Territories.

Simak video 'Sekjen PBB soal Krisis di Ukraina: Hentikan Pertempuran!':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT