Penjelasan Kemlu Usai Tweet soal Perang Ukraina Vs Rusia Dapat Kritikan

ADVERTISEMENT

Penjelasan Kemlu Usai Tweet soal Perang Ukraina Vs Rusia Dapat Kritikan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Feb 2022 21:09 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah
Foto: dok. Kemlu
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberi penjelasan terkait sejumlah kritikan mengenai cuitan (tweet) konflik Rusia dan Ukraina. Kemlu memberi penjelasan terkait kritikan yang salah satunya datang dari Guru besar Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana.

"Pernyataan Indonesia mengacu pada posisi dasar, yaitu penghormatan terhadap tujuan dan prinsip piagam PBB dan hukum internasional, termasuk penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan suatu negara," kata juru bicara (Jubir) Kemlu Teuku Faizasyah, Senin (28/2/2022).

Teuku mengatakan pernyataan serupa pernah disampaikan Indonesia saat invasi Amerika Serikat (AS) ke Irak pada 2003.

"Pernyataan serupa juga disampaikan Indonesia pada saat invasi AS dan sekutunya ke Irak di tahun 2003. Indonesia pada waktu itu menyebutkan: 'Tindakan militer sepihak ini juga telah mengancam tatanan dunia'," kata Teuku.

Dia juga menyatakan saat ini Indonesia terus berkomunikasi dengan negara sahabat untuk upaya evakuasi WNI dari Ukraina.

Berikut penjelasan pihak Kemlu:

Pernyataan Indonesia mengacu pada posisi dasar, yaitu penghormatan terhadap tujuan dan prinsip piagam PBB dan hukum internasional, termasuk penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan suatu negara.

Pernyataan serupa juga disampaikan Indonesia pada saat invasi AS dan sekutunya ke Irak di tahun 2003. Indonesia pada waktu itu menyebutkan: 'Tindakan militer sepihak ini juga telah mengancam tatanan dunia'.

Ini adalah manifestasi sikap yang mandiri, sejalan dengan prinsip bebas-aktif, dan pihak-pihak yang terkait pun dapat mengerti posisi Indonesia tersebut.

Alhamdulillah, proses evakuasi WNI sejauh ini dapat dilakukan karena hubungan bersahabat dan komunikasi Indonesia yang baik dengan pihak-pihak terkait. Seperti yang disampaikan Menlu RI, hingga saat ini sudah 31 WNI yang berhasil dievakuasi dari Ukraina.

Guru Besar UI Kritik Tweet Kemlu

Sebelumnya diberitakan, guru besar hukum internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyoroti pernyataan yang dikeluarkan Kemlu. Hikmahanto menilai salah satu poin pernyataan bisa mencederai kebijakan luar negeri bebas aktif.

"Pernyataan Kemlu bisa memicu hacker Rusia untuk mengacaukan Indonesia. Pada poin 2 digunakan istilah 'military attack on Ukraine is unacceptable' (serangan militer terhadap Ukraina tidak bisa diterima)," ujar Hikmahanto saat dihubungi, Minggu (27/2).

Hikmahanto menjelaskan Indonesia seharusnya tidak mengambil sikap untuk menyalahkan Rusia pada serangan militer ke Ukraina. Menurutnya, hal itu bisa merusak kebijakan luar negeri Indonesia.

"Kalimat tersebut berpotensi mencederai kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, di mana Indonesia seharusnya tidak mengambil posisi untuk membenarkan atau menyalahkan tindakan Rusia pada situasi di Ukraina," tuturnya.

"Posisi Indonesia dalam konteks menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif adalah meminta semua pihak untuk menahan diri dalam penggunaan kekerasan (use of force) dan bila telah terjadi agar siapapun yang menggunakan untuk menghentikannya," sambung Hikmahanto.

Selengkapnya halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT