Bareskrim Respons Desakan Pengusaha Solo Pelapor Kasus Bos Sinarmas

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 01 Mar 2022 09:49 WIB
Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Gedung Bareskrim Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Pengusaha asal Solo, Andri Cahyadi, yang melaporkan pimpinan PT Sinarmas, Indra Widjaja, atas dugaan penipuan dan penggelapan mengeluhkan terlapor belum kunjung diperiksa Bareskrim Polri. Bareskrim pun merespons desakan Andri.

"Masih penyelidikan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi, Selasa (1/3/2022).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli menjelaskan terlapor belum diperiksa karena Bareskrim masih mengumpulkan bukti-bukti. Gatot mengatakan ada langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum memanggil bos PT Sinarmas itu.

"Kan masih penyelidikan. Kita mengumpulkan bukti-bukti dulu berdasarkan info laporan polisi yang ada. Kita kumpulkan bukti, kemudian saksi-saksi yang mendukung, baru mengarah ke yang bersangkutan. Karena ini masih penyelidikan," ujar Gatot.

Gatot menegaskan kasus dugaan penggelapan dan penipuan oleh bos PT Sinarmas itu masih di tahap penyelidikan. Sejauh ini, Bareskrim telah memeriksa 21 saksi.

"Sudah dimintai keterangan sekitar 21 orang," ucapnya.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta penyidik menangani kasus itu secara profesional dan transparan.

"Kompolnas berharap penyidik yang melakukan lidik sidik kasus yang dilaporkan Saudara Andri Cahyadi dapat melakukan lidik sidik secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan bantuan scientific crime investigation, termasuk rutin mengirimkan update perkembangan kasus," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Sebelumnya, pengusaha asal Solo, Andri Cahyadi, yang melaporkan pimpinan PT Sinarmas, yakni Indra Widjaja, mendesak kepolisian segera memeriksa terlapor. Pasalnya, sejak dirinya melapor pada Maret 2021, terlapor dugaan penipuan dan penggelapan itu belum juga dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.

"Sampai saat ini saya sudah dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan sebanyak enam kali, tetapi Pak Indra Widjaja itu belum sekalipun dipanggil untuk diperiksa," tegas Andri seperti dikutip dari detikJateng.

Padahal, sambung Andri, kasus tersebut sudah bergulir lebih-kurang satu tahun. Akan tetapi, menurutnya, belum ada perkembangan mengenai kasus yang membuatnya kehilangan mayoritas sahamnya di PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI).

"Yang saya sayangkan sampai hari ini, SP2HP Pak Indra Widjaja belum pernah diperiksa. Semua fakta, data, akta, sudah saya sampaikan. Saya mendesak agar Pak Indra Widjaja segera dipanggil untuk diperiksa," urainya.

Andri juga mengungkapkan, bahwa dirinya sudah mempunyai bukti kuat untuk memastikan bahwa dirinya membeli saham secara sah dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Dan saya diminta pembuktian terbalik saham-saham itu milik saya. Saya juga sudah menemui penjual (saham) dan beliau mengatakan itu saya peroleh sesuai dengan hukum, sesuai bukti tertulis dan bermeterai," tuturnya.

Simak juga 'Saat Tahun Lalu Polri Gelar Perkara Awal Dugaan TPPU Bos Sinarmas':

[Gambas:Video 20detik]



(drg/haf)