Berdekatan 2 Pesawat Mendarat di Papua Alami Kecelakaan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Feb 2022 20:29 WIB
Pesawat jenis SAS PK-FSW tergelincir di bandara Bilorai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Pesawat tersebut mengalami pecah ban. (dok Polda Papua)
Foto: Pesawat jenis SAS PK-FSW tergelincir di bandara Bilorai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Pesawat tersebut mengalami pecah ban. (dok Polda Papua)
Jayapura -

Dua kecelakaan pesawat di Papua terjadi dalam waktu berdekatan. Kedua pesawat sama-sama tergelincir saat mendarat.

Tak ada korban jiwa dalam kedua insiden tersebut. Kecelakaan terjadi di dua lokasi berbeda di Papua yakni Kabupaten Paniai dan Kabupaten Intan Jaya.

Kecelakaan itu pun terjadi akibat dua penyebab yang berbeda.

Berikut rangkuman detikcom terkait dua kecelakaan pesawat tersebut.

1. Pesawat Tergelincir di Paniai hingga Tabrak Permukiman

Pesawat jenis Pilatus milik maskapai Smart Cakrawala Aviation tergelincir di Kabupaten Paniai, Papua, pada Sabtu (26/2) pukul 10.10 WIT. Pesawat tersebut membawa empat penumpang.

"Telah terjadi kecelakaan tergelincirnya pesawat jenis Pilatus SMART PK-SNB dengan Kapten Pilot David Alonso dan Kapten Febrian Sahetapi," kata Kapolres Paniai Kompol Abdus Syukur Felani saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (26/2).

Peristiwa pesawat tergelincir ini terjadi di Lapangan Terbang Perintis Kampung Bayabiru, Distrik Bayabiru. Pesawat tersebut baru saja menempuh perjalanan dari Nabire dengan membawa empat orang penumpang yakni Niko, Bongga, Derika, dan Arjuni serta barang bawaan.

Pesawat tergelincir lalu tabrak permukiman penduduk di Lapter Bayabiru, Paniai, Papua (Dok. Istimewa)Pesawat tergelincir lalu tabrak permukiman penduduk di Lapter Bayabiru, Paniai, Papua (Dok. Istimewa)

Abdus menjelaskan pesawat tergelincir saat mendarat. Pesawat hilang kendali hingga menabrak permukiman warga.

"Ketika sedang landing, tiba-tiba pesawat tergelincir dan ban kanan pesawat masuk parit, dan sempat baling-baling pesawat depan menabrak pemukiman penduduk yang berada di sekitar lapter," terang Abdus.

Diduga kecelakaan akibat kondisi landasan yang licin. Selain itu, kondisi landasan juga tidak rata.

"Perkiraan terjadinya kecelakaan tergelincirnya pesawat Pilatus tersebut karena kondisi landasan lapter (lapangan terbang) yang saat itu licin karena hujan," ucap Abdus.

Simak peristiwa kecelakaan kedua di halaman selanjutnya.