Desainer RI Diduga Jadi Tujuan Kiriman Organ, Polri Surati Interpol Brasil

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 25 Feb 2022 18:16 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan
Brigjen Ahmad Ramadhan (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Polri turun tangan mengusut dugaan desainer Indonesia menjadi penerima kiriman organ manusia dari Brasil. Interpol Polri telah menyurati Interpol Brasil terkait kasus ini.

"Interpol Polri kemarin telah melayangkan surat kepada Interpol Brasil dan juga ditembuskan ke Interpol Singapura," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jumat (25/2/2022).

Ramadhan menyebut surat itu dikirim pada Kamis (24/2). Surat dikirim untuk meminta konfirmasi dan informasi lebih lanjut atas penggerebekan sudah dilakukan oleh Interpol Brasil.

"Surat tersebut tertanggal 24 Februari 2022 itu terkait dengan adanya atau permintaan konfirmasi dan tentang informasi penggerebekan polisi Brasil, adanya kasus perdagangan organ manusia di Brasil," terang Ramadhan.

Sebelumnya, paket berisi organ manusia di salah satu kampus di Brasil menggegerkan publik. Organ manusia itu disebut bakal dikirim untuk desainer asal Indonesia.

Dilansir dari gov.br, kepolisian tengah mengusut fakta terkait dugaan praktik perdagangan organ tubuh manusia. Polisi juga telah menggeledah dua tempat.

Pertama, kediaman seseorang yang disebut 'pegawai negeri' serta laboratorium anatomi universitas negeri.

Tersangka diduga mengirim organ manusia yang sudah diplastinasi ke Singapura. Plastinasi merupakan prosedur modern untuk mengawetkan sesuatu.

Paket tersebut berisi tangan manusia dan tiga organ lainnya. Penerimanya disebut-sebut sebagai desainer ternama asal Indonesia yang menjual aksesori dan pakaian dari bahan asal manusia.

Namun polisi Brasil tak menyebut identitas desainer RI tersebut. Jika bersalah, tersangka dapat dihukum 8 tahun penjara. Meski begitu, belum diketahui siapa desainer asal Indonesia itu.

(rak/haf)