Walkot Depok Nilai Kebijakan Pengeras Suara Masjid Perlu Dikaji Ulang

Dwi Rahmawati - detikNews
Jumat, 25 Feb 2022 17:24 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris (Foto: Nahda/detikcom)
Wali Kota Depok Mohammad Idris (Nahda/detikcom)
Depok -

Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan tanggapan perihal aturan batas maksimal pengeras suara di masjid. Ia menilai kebijakan dari Kementerian Agama (Kemenag) perlu dikaji ulang.

"Ini menurut saya perlu dikaji. Kadang-kadang kita membuat aturan kurang feasible dengan kondisi budaya masyarakat. Kadang-kadang, ya. Makanya, sebelum ini dikeluarkan, sebaiknya hearing dulu gitu," kata Mohammad Idris kepada wartawan di Depok, Jumat (25/2/2022).

Ia berharap Menteri Agama meninjau terlebih dahulu pendapat dari beragam tokoh agama-tokoh masyarakat sebelum membuat suatu kebijakan. Terlebih, menurut Idris, Kemenag RI bukan hanya menaungi satu agama saja.

"Coba, ini kan Kementerian Agama dari seluruh agama, silakan saja mendengar tokoh agama, tokoh masyarakat. Apalagi beliau aktivis kepemudaan. Minta pendapat itu bukan suatu hal yang aib," lanjut Idris.

Mohammad Idris juga menyebut setiap keputusan yang diambil oleh pejabat publik perlu dilakukan atas dasar keputusan bersama. Perlu adanya peninjauan secara matang.

"Nggak lama kok kalau kita hearing segala macam atau bersurat. Baru kita bisa menentukan berdasarkan tadi pendapat bersama. Sebab, kalau kita keluarkan kebijakan tanpa dilakukan (mendengar aspirasi rakyat), itu akan menjadi sebuah sikap otoriter yang kurang bagus," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan SE Menag 05 Tahun 2002 tentang Pedoman Penggunaan Suara di Masjid dan Musala. Keputusan tersebut diteken pada 18 Februari 2022 dan menjadi sorotan publik hingga sekarang.

Isi SE mengatur perihal pengeras suara atau Toa di masjid dan musala. Penerbitan SE dilakukan dengan tujuan meningkatkan ketentraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga.

Adapun salah satu keterangannya, jika volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan dan paling besar 100 dB (100 desibel).

(dwia/dwia)