Soeharto Belum Boleh Dijepret
Selasa, 16 Mei 2006 12:03 WIB
Jakarta - Saking kerapnya mantan Presiden Soeharto keluar masuk rumah sakit saat proses hukumnya diajukan, muncul tanda tanya. Apa benar penguasa Orba ini sakit? Lalu kenapa sosoknya tak pernah muncul?Keraguan masyarakat ini sempat dipertanyakan wartawan saat jumpa pers dengan tim dokter kepresidenan di Auditorium RS Pusat Pertamina, Jalan Kiai Madja, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2006).Menanggapi hal itu, Ketua Tim Dokter Kepresidenan Dr Mardjo Soebiandono Sp.B menegaskan keterangan yang diberikan dokter seputar kesehatan Soeharto dapat dipercaya."Kondisi Pak Harto kalian sudah tahu bagaimana. Jadi jangan ngomong apa benar, apa nggak. Tetapi keterangan yang kami berikan adalah yang sebenarnya, karena dokter adalah orang yang bisa dipercaya," kata Mardjo.Namun demikian, Mardjo belum bisa mengabulkan mengenai permintaan agarSoeharto dapat diambil gambarnya."Kalau kalian ingin mengambil gambar, keluarga belum mengizinkan.Mungkin belum saatnya, karena kondisi Soeharto masih... ya hampir melewati masa kritis. Kalau terlampaui insya Allah kami usahakan," ujarnya.Mendengar itu sejumlah jurnalis, fotografer dan kamerawan pun kecewa.Direktur RSPP Dr Adji Suprajitno juga meminta agar masyarakat mempercayai keterangan dokter mengenai kesehatan Soeharto."Begini ya, sesungguhnya nomor satu itu masyarakat harus tahu seorang dokter, baik di luar dan di RSPP memberi keterangan sebenarnya. Jadidapat dipercaya," kata Adji mencoba meyakinkan.Menurutnya, pengambilan gambar Soeharto diserahkan kepada pihak keluarga."Bila pasien tersebut dalam hal ini Soeharto diambil gambarnya, itu akan menyangkut aspek lain, terutama hak pasien akan foto atau gambar itu diambil. Saat ini pasien di ruang intensif dan masih dalam kritis, akan sulit bagi dokter untuk memberi gambar itu," ujar Adji."Tetapi bila pasien dan keluarga mengizinkan, kami akan beri. Tetapi sampai sekarang kan belum. Tim dokter nggak mengurusi masalah itu, hanya medis. Gambar merupakan pelengkap bagi wartawan, tetapi keterangan yang kami berikan adalah sebenarnya," jelasnya.Lagi-lagi jurnalis, fotografer dan kamerawan kecewa dan hanya bisa melengos.
(aan/)











































