Jaksa Agung: Korupsi 2 Jenis Pesawat Garuda Untungkan Pebisnis Asing

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 24 Feb 2022 18:41 WIB
Konferensi pers Jaksa Agung ST Burhanudin, Jamintel Amir Yanto (kacamata), Jampidsus Febrie Adriansyah (Baju biru)
Jaksa Agung ST Burhanuddin (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka dua mantan pegawai Garuda Indonesia dalam dugaan korupsi pengadaan pesawat jenis Bombardier CRJ-1000 dan ATR 72-600. Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkap pengadaan dua jenis pesawat tersebut menguntungkan perusahaan asing karena diduga ada indikasi penyuapan dalam pengadaan pesawat tersebut.

"Proses pelelangan dalam pengadaan pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600 mengarah untuk memenangkan pihak penyedia barang jasa tertentu, yaitu ATR dan Bombardier. Ada pengarahan untuk mengambil satu jenis pesawatnya. Adanya indikasi suap menyuap dalam proses pengadaan pesawat," kata Burhanuddin dalam konferensi pers di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2022).

Burhanuddin mengatakan proses pengadaan pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600 itu dilakukan dalam kurun waktu 2011-2013. Dalam proses pengadaannya, terdapat beberapa penyimpangan yang tidak sesuai prosedur, di antaranya kajian feasibility study rencana pengadaan pesawat, rencana jaringan penerbangan, analisis kebutuhan pesawat, proyeksi keuangan, dan analisis risiko tidak disusun berdasarkan prinsip pengadaan barang jasa, yaitu efektif, efisien adil, wajar, akuntabel.

Dengan demikian, Burhanuddin mengatakan Garuda Indonesia mengalami kerugian akibat pengadaan pesawat tersebut, serta menguntungkan perusahaan asing yang merupakan penyedia pesawat dan juga pihak lessor selaku pembiaya dana. Namun kerugian keuangan negara dalam kasus ini masih dalam perhitungan auditor BPKP.

"Akibat dari pengadaan pesawat tersebut, telah terjadi penyimpangan dan mengakibatkan PT Garuda mengalami kerugian dalam pengoperasian pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600," ujarnya.

"Atas kerugian keuangan negara yang timbul tersebut, diduga telah menguntungkan pihak terkait perusahaan Bombardier Inc di Kanada dan Avions de Transport Regional (ATR) yang ada di Prancis. Masing-masing selaku pihak penyedia barang dan jasa, dan perusahaan Alberta S.A.S dari Perancis dan Nordic Aviation Capital (NAC) dari Irlandia selaku lessor atau pihak yang memberikan pembiayaan pengadaan pesawat tersebut," ujarnya.

Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan dua tersangka, yaitu Setijo Awibowo (SA) selaku VP Strategic Management Office Garuda Indonesia 2011-2012 dan Agus Wahjudo selaku Executive Project Manager Aircraft Delivery PT Garuda Indonesia 2009-2014. Kedua tersangka merupakan anggota Tim Pengadaan Pesawat ATR 72-600 PT Garuda Indonesia tahun 2012.

Kini keduanya telah ditahan di rutan terpisah. Tersangka Setijo ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejari Jaksel, sedangkan tersangka Agus ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari ke depan. Hal itu untuk mempermudah proses penyidikan.

Simak Video 'Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pengadaan Pesawat ATR dan Bombardier':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/dhn)