ADVERTISEMENT

Kritik Keras untuk Pentas Wayang di Ponpes Gus Miftah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 07:39 WIB
Pertunjukan wayang di ponpes milik Gus Miftah yang viral.
Foto: Tangkapan layar video viral.

Fadli Zon Kritik Keras

Kritik keras salah satunya datang dari anggota DPR RI Fadli Zon. Dia menyebut harusnya kebudayaan seperti wayang tidak digunakan untuk memupuk dendam dan memecah belah.

"Apa kita harus tertawa puas melihat adegan ini?" kata Fadli Zon lewat akun Twitternya @fadlizon, Senin (21/2/2022).

Tak cuma itu, Wakil Ketua Umum Gerindra ini menyayangkan konten pagelaran wayang tersebut. Menurutnya, seharusnya, gelaran kebudayaan menunjukkan budaya yang merangkul dan menyatukan.

"Harusnya tunjukkan bahwa budaya itu merangkul, menyatukan, menyelaraskan, bukan memupuk dendam dan memecah belah," katanya.

Ormas Islam Bereaksi

Ormas Islam Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) juga turut bereaksi terhadap pentas kebudayaan di pondok pesantren Gus Miftah. Tindakan dalam pentas wayang di Ponpes Ora Aji milik Gus Miftah tersebut disayangkan karena tidak mempertontonkan teladan bagi masyarakat.

Humas DSKS, Endro Sudarsono, mengatakan tidak semestinya muncul kata-kata kasar dalam tontonan untuk masyarakat. Dia juga menyoroti adegan kekerasan kepada wayang mirip Ustaz Khalid Basalamah itu.

"Kami menyayangkan video dengan kata-kata kotor dengan wayang yang mirip dengan Ustaz Basalamah. Wayang yang seharusnya menyampaikan pelajaran teladan kepada masyarakat, tetapi justru semacam ada tontonan kekerasan yang itu dilatarbelakangi kontroversi dari Ustaz Basalamah," kata Endro saat dihubungi detikJateng.

Dia menyebut jika ada pihak yang tidak sepakat dengan kalimat Ustaz Khalid Basalamah harusnya bisa menyampaikan dengan cara baik. Dia sendiri tidak mempermasalahkan keberadaan wayang selama memiliki fungsi konstruktif.

"Seharusnya keberatan disampaikan dengan cara yang baik, tidak terus kemudian dibarengi dengan sebuah kesenian yang itu sama sekali menjadi hal yang tidak terpuji. Kita berharap kesenian yang baik-baik saja, sebagaimana yang menjadi sebuah pelajaran kepada masyarakat atau kritik pemerintah," kata dia.

Namun Endro menilai pernyataan Ustaz Khalid Basalamah tersebut juga berdasar. Dia menjelaskan yang dimaksud 'wayang haram' itu disebabkan karena kegiatan lain yang lekat dengan pentas pewayangan.

"Yang disampaikan oleh Ustaz Basalamah itu sebetulnya ada latar belakangnya. Hiburan wayang itu menjadi ditambahi maksiat kemudian menjadi haram. Itu bukan karena wayangnya tapi ditambahi jogetannya yang melanggar syariat," ungkapnya.


(maa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT