ADVERTISEMENT

Viral Pentas Wayang Mirip Sosok Khalid Basalamah, Gus Miftah: Otoritas Dalang

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 21 Feb 2022 16:20 WIB
Gus Miftah berbelasungkawa Dorce Gamalama meninggal.
Gus Miftah (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Gus Miftah angkat bicara soal pergelaran wayang di pondok pesantrennya yang mengundang kontroversi. Pergelaran wayang itu viral di media sosial yang menunjukkan pergelaran wayang dengan salah satu tokohnya menggunakan peci dan berjenggot remuk dalam beradegan perang melawan tokoh wayang lainnya.

Sementara itu, warganet mengaitkan tokoh wayang berpeci itu dengan sosok Ustaz Khalid Basalamah. Gus Miftah pun memberi penjelasan. Menurut dia, jalan cerita ataupun tokoh di pergelaran wayang itu merupakan otoritas dalang, bukan dari pihaknya.

"Soal konten atau lakon, atau atraksi di dalam pertunjukan wayang, itu merupakan domain dan wilayahnya dalang itu sendiri. Jadi isinya tentang apa, itu kita hanya dikasih lakonnya saja, tetapi pertunjukannya seperti apa, itu ya urusan dalang bukan urusan saya. Dan saya tidak bisa intervensi itu. Itu sudah merupakan kebiasaan bahwa atraksi panggung atau atraksi dalam pertunjukan wayang itu urusan dalang," kata Gus Miftah saat dihubungi, Senin (21/2/2022).

"Otoritas dalang," sambungnya.

Gus Miftah mengaku hanya mengakomodasi usulan agar diadakan pentas wayang di pondok pesantren yang dikelolanya. Gus Miftah mengaku sudah lama di Pesantren Ora Aji yang dikelolanya rutin menggelar pentas wayang.

"Saya itu nanggap wayang dari tahun 2012 artinya memang Pondok Pesantren Ora Aji itu rutin menggelar pentas wayang, cuman berhenti karena persoalan pandemi. Jadi kalau dimaknai pentas wayang itu merupakan reaksi atau respons dari apa yang terjadi hari ini, itu saya pikir kurang pas," katanya.

"Pentas terakhir kemarin yang kita lakukan itu karena permintaan teman-teman seniman untuk bisa urun rembuk di pondok saya yang kebetulan saya begitu care dengan permintaan seni dan budaya. Karena ada permintaan itu ya sebisa mungkin saya bantu," ujar Gus Miftah.

Sementara itu, Gus Miftah juga memberi penjelasan tentang sajak yang diduga mengkritik pihak yang mengharamkan wayang. Gus Miftah mengatakan wajar saja jika terdapat perbedaan pendapat dalam suatu pandangan. Ia mengaku siap bertanggung jawab soal sajak tersebut, tetapi terkait dengan atraksi dalam pentas wayang itu, menurut Gus Miftah merupakan otoritas dalang.

"Kalau yang viral atau trending itu tentang sajak saya, kalau soal kritik ilmu atau perbedaan pendapat dalam ilmu itu kan suatu yg lumrah, jadi ya sah sah saja," kata Gus Miftah.

"Jadi kalau sajak yang saya buat itu tanggung jawab saya penuh. Tapi kalau soal atraksi di dalam pentas wayang itu merupakan domainnya dalang, bukan saya," imbuhnya.


Klarifikasi Dalang

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menunjukkan pergelaran wayang dengan salah satu tokohnya menggunakan peci dan berjenggot, remuk dalam adegan perang melawan tokoh wayang lainnya. Video itu viral karena warganet menghubungkan tokoh wayang berpeci itu dengan Ustaz Khalid Basalamah.

Dalam potongan video yang viral, tampak sebuah wayang berpeci yang dihajar oleh wayang Baladewa yang sedang marah. Dalam marahnya tokoh Baladewa terus mengucap cakapan memarahi wayang berpeci tersebut. Salah satunya adalah kegeramannya pada orang yang asal omong soal keberadaan wayang.

Tak berhenti di situ, wayang berpeci tersebut tak hanya dihajar oleh Baladewa. Di akhir potongan video yang viral, dalang juga berdiri lalu membanting-banting wayang tersebut sambil mengucap kata kasar. Selanjutnya, wayang dibanting-banting lalu diserahkan kepada orang lain dengar ucapan, "Diremuk! Diremuk!" sambil menyebut nama-nama orang yang diminta merusak wayang tersebut.

Selengkapnya halaman berikutnya.

Simak Video: Kata Haikal Hassan soal Khalid Basalamah Dipolisikan

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT