ADVERTISEMENT

Arab Saudi Juga Atur Toa Masjid, Begini Perbandingannya dengan RI

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Feb 2022 16:32 WIB
Toa masjid (Andhika/detikcom)
Toa masjid (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Menag Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran tentang penggunaan pengeras suara atau Toa di masjid yang salah satunya berisi aturan tentang volume pengeras suara paling besar 100 dB (seratus desibel). Jauh sebelum aturan Menag itu keluar, pemerintah Arab Saudi juga mengeluarkan aturan serupa mengenai pembatasan penggunaan pengeras suara masjid. Seperti apa perbandingannya?

Aturan mengenai pembatasan penggunaan pengeras suara masjid di Saudi itu diumumkan pada pertengahan tahun lalu. Kementerian Urusan Islam Arab Saudi menyatakan pengeras suara masjid hanya diizinkan digunakan untuk azan dan ikamah saja.

Seperti dilansir Gulf News, Selasa (25/5/2021), aturan tersebut tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Abdul Latif Al Sheikh, Menteri Urusan Islam Saudi, ke semua masjid di seluruh Kerajaan Saudi.

Surat edaran ini dimaksudkan untuk membatasi penggunaan pengeras suara hanya untuk azan dan ikamah. Masjid juga diimbau untuk menurunkan volume pengeras suara ke tingkat sepertiga.

Menteri Abdul Latif Al Sheikh memperingatkan bahwa sanksi akan dijatuhkan terhadap siapa pun yang melanggar surat edaran kementerian yang terbit pada hari Minggu (23/5) tersebut.

Azan adalah azan pertama. Sedangkan ikamah adalah azan kedua yang menunjukkan imam telah mengambil tempatnya menghadap ke arah Ka'bah dan salat akan segera dimulai.

Surat edaran tersebut didasarkan pada Hadis Nabi Muhammad (SAW) yang berbunyi
"Sesungguhnya! Anda masing-masing memanggil Tuhannya dengan tenang. Yang satu tidak boleh mengganggu yang lain dan yang satu tidak harus meninggikan suara dalam pelafalan atau dalam doa di atas suara yang lain."

Aturan tersebut juga didasarkan pada fatwa oleh sebagian besar ulama Islam senior seperti Syeikh Mohammed bin Saleh Al Othaimeen dan Saleh Al Fawzan. Mereka berfatwa bahwa pengeras suara di masjid hanya boleh digunakan untuk azan dan ikamah.

Lihat juga Video: Menag Minta Penggunaan Toa di Masjid-Musala Bisa Lebih Bijak

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT