Polisi Akan Panggil 'Dokter' Suntik Filler Payudara ke Perempuan di Jakbar

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 21 Feb 2022 15:39 WIB
jarum suntik dan ampul obat
Ilustrasi Suntikan (Thinkstock)
Jakarta -

Perempuan berinisial RCD (34), yang tewas di kamar hotel di Taman Sari, Jakarta Barat (Jakbar), ternyata disuntik filler payudara oleh transpuan, bukan dokter. Polisi segera memanggil transpuan itu.

"Ini lagi kita mau bikin panggilan," ujar Kanit Reskrim Polsek Taman Sari AKP Roland Manurung saat dihubungi, Senin (21/2/2022).

Roland mengatakan polisi sudah mencoba menghubungi transpuan tersebut. Hanya, transpuan itu tak kunjung mengangkat telepon.

"Karena kita coba hubungi yang bersangkutan tidak bisa," tuturnya.

Sebelumnya, RCD (34) tewas di kamar hotel di daerah Taman Sari usai suntik filler payudara. Polisi mengungkapkan korban disuntik filler oleh transpuan dan bukan dokter.

"Dia (pelaku) bukan dokter. Makanya kita duga ada kesalahan di situ. Cuman untuk pastikan kami masih dalam rangka lidik (penyelidikan)," kata Kanit Reskrim Polsek Taman Sari AKP Roland Manurung saat dihubungi, Senin (21/2).

Roland mengatakan pihaknya mengetahui korban disuntik filler oleh seorang transpuan dari riwayat percakapan di HP. Pelaku juga masih teman korban.

"Jadi dia ada janjian sama seseorang untuk suntik payudara, biayanya Rp 3,5 juta. Dan yang datang itu bukan nakes, bukan dokter, tapi temannya dia," ungkap Roland.

Roland belum memerinci soal identitas pelaku. Namun ia menyebut pelaku merupakan seorang transpuan.

"Kalau dari luar terlihat seperti cewek tapi kalau dari keterangan saksi kemungkinan dia (pelaku) transpuan," ungkap Roland.

(drg/mea)