Menkeu Digugat Obligor BLBI Rp 476 Miliar karena Sita Rumah Mewah di Menteng

Andi Saputra - detikNews
Senin, 21 Feb 2022 12:47 WIB
Satgas BLBI melalui PUPN Cabang DKI Jakarta menyita dua aset milik obligor Ulung Bursa. Aset yang disita salah satunya adalah rumah mewah.
Aset Obligor BLBI Ulung Bursa Rp 75 M Disita, Ada Rumah Mewah (Foto: Dok. Satgas BLBI/DJKN Kemenkeu)
Jakarta -

Rumah mewah mantan bos Bank Lautan Berlian, Ulung Bursa, di Menteng disita Satgas BLBI. Tidak terima, obligor BLBI senilai Rp 467 miliar itu menggugat Sri Mulyani dkk ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Hal itu tertuang dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Jakarta, Senin (21/2/2022). Gugatan itu terdaftar dengan nomor 40/G/2022/PTUN.JKT. Berikut tuntutn Ulung Bursa:

1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan sah penundaan pelaksanaan Objek Sengketa;
3. Menyatakan batal atau tidak sah Surat No, S-314/WKN.07/KNL.05/2022 tertanggal 14 Februari 2022 perihal Penyelesaian Kewajiban Utang Kepada Negara dan Penyitaan Harta Kekayaan yang diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Cq. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia Cq. Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta II dahulu Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Cabang DKI Jakarta;
4. Menyatakan batal atau tidak sah Surat No, S-39/KSB/2022 tertanggal 18 Januari 2022 perihal Tanggapan atas Proposal Penyelesaian Kewajiban Obligor Ulung Bursayang diterbitkan oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia;
5. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat No, S-314/WKN.07/KNL.05/2022 tertanggal 14 Februari 2022 perihal Penyelesaian Kewajiban Utang Kepada Negara dan Penyitaan Harta Kekayaan yang diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Cq. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia Cq. Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta II dahulu Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Cabang DKI Jakarta dan Surat No, S-39/KSB/2022 tertanggal 18 Januari 2022 perihal Tanggapan atas Proposal Penyelesaian Kewajiban Obligor Ulung Bursayang diterbitkan oleh Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia;
6. Menghukum Para Tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini;

Sebagaimana diketahui, Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) Cabang DKI Jakarta menyita dua aset milik obligor ulung bursa. Aset yang disita berupa tanah beserta bangunan di atasnya seluas 724 m2 yang terletak di Jalan Pandeglang No 20, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, dan tanah beserta bangunan di atasnya seluas 1.658 m2 yang terletak di Jalan Matraman Raya No. 71, RT 012/RW 004, Kelurahan Pal Meriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

Dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (17/2/2022), Satgas BLBI yang diwakili oleh Ketua Sekretariat Satgas BLBI Purnama T Sianturi menegaskan dua aset yang disita tersebut milik pribadi obligor ulung bursa dalam rangka Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS) Bank Lautan Berlian.

Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi dan selaku Sekretaris Satgas BLBI Purnama Sianturi mengatakan penyitaan aset tersebut dilakukan dalam rangka pengembalian hak tagih negara sebesar Rp 467 miliar.

"Ini adalah kegiatan Satgas BLBI dalam rangka pengembalian hak tagih negara sebesar Rp 467 miliar. Penyitaan aset obligor Ulung Bursa," kata Purnama kepada wartawan pada 17 Februari 2022.

Sementara itu, kuasa hukum Ulung Bursa, Sofyan, mengaku kecewa atas penyitaan yang dilakukan Satgas BLBI. Dia menyebut akan berkoordinasi kembali bersama Satgas BLBI terkait proses ke depannya.

"Ya, iya (kecewa), cuma kita hormati proses hukum. Kita ada komunikasi sama Satgas mungkin Kamis (24/2), kita diundang untuk bicarakan lebih lanjut," kata Sofyan.

(asp/yld)