ADVERTISEMENT

Sorotan Tajam Temuan 1 Juta Kg Minyak Goreng di Sumut yang Diusut

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Feb 2022 11:22 WIB
Cooking meal in a pot. Bottle of Extra virgin oil pouring in to pot for cooking meal. Healthy food concept.
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/dulezidar)
Jakarta -

Satgas Pangan Provinsi Sumut menemukan adanya tumpukan minyak goreng yang disimpan di dalam gudang di Deli Serdang. Minyak goreng dalam kemasan yang tidak diedarkan itu berjumlah 1,1 juta kg.

"Hari ini kita melihat faktanya didapat stok minyak goreng yang siap dipasarkan sekitar 1,1 juta kilogram minyak goreng bertumpuk di gudang," kata Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumut Naslindo Sirait, Jumat (18/2/2022).

Naslindo mengatakan petugas yang berada di gudang mengaku tidak menyalurkan minyak goreng karena kebijakan yang dikeluarkan oleh atasannya. Naslindo mengatakan menyerahkan persoalan ini kepada kepolisian.

"Saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng sementara ada perusahaan yang tidak menyalurkannya," tuturnya.

Bareskrim Polri kemudian turun tangan mengusut kasus itu. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri pun berangkat ke Sumut untuk melakukan pendalaman.

"Besok tim dari Dittipideksus Bareskrim akan mendalami ke Sumut," ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Jumat (18/2).

Sementara itu, Kasatgas Pangan Polri Irjen Helmy Santika menjelaskan Subsatgas Gakkum sedang melakukan pendalaman terkait temuan tersebut. Helmy menjelaskan semua kemungkinan akan didalami oleh Satgas Pangan Polri.

"Sedang dilakukan pendalaman oleh Subsatgas Gakkum tentang hal tersebut untuk diketahui lebih mendalam. Semua akan didalami lebih lanjut," ucap Helmy saat dihubungi terpisah.

Sorotan dari Senayan

Anggota DPR RI pun menyoroti temuan ini. Ketua Komisi VI DPR RI, Faiso Riza, meminta agar kasus ini diusut tuntas.

"Usut tuntas!" kata Faisol Riza kepada wartawan, Sabtu (19/2).

Menurut Faisol Riza, persoalan minyak goreng ini cukup sederhana. Jika minyak goreng langka, berarti ada yang menimbun, padahal barang di mana-mana.

"Nah, ada yang menahan, ada yang mungkin mereka belanja dengan harga mahal waktu itu, lalu diminta pemerintah menjual dengan harga yang sudah ditetapkan, lebih murah dari yang mereka beli. Nah, mereka tahan, tentu saja barang menjadi langka," ujarnya.

Simak juga Video: Perancang Istana Negara Baru, Tak Mau Dibayar Malah Mau Menyumbang

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT