43 Korban Bom Bali-Poso Terima Kompensasi Rp 6,1 Miliar

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 18 Feb 2022 14:10 WIB
Denpasar -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyerahkan kompensasi kepada 43 korban bom Bali I dan II serta Poso, Sulawesi Tengah. Total kompensasi berjumlah Rp 6,1 miliar.

"Hari ini kita menyerahkan kepada bapak-bapak dan ibu, ini ada 43 korban dari Bali yang hari ini menerima kompensasi. Sedangkan jumlah yang akan kami serahkan secara keseluruhan adalah Rp 6.165.000.000 (Rp 6,1 miliar)," kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo di Kantor Gubernur Bali, Jumat (18/2/2022).

Hasto mengatakan 43 korban tindak pidana terorisme terbagi dalam delapan orang korban tewas bom Bali I, bom Bali II, dan korban terorisme penembakan di Poso pada 2014.

"Karena kebetulan korban ini sekarang berdomisili di Bali keluarganya, yang ahli warisnya hari ini akan mewakili keluarga besarnya untuk menerima kompensasi," ujar Hasto.

Selain itu, ada empat orang yang mengalami luka berat dalam peristiwa bom Bali I dan bom Bali II, 25 orang dengan kategori luka sedang dalam peristiwa bom Bali I dan bom Bali II, serta enam orang yang mengalami derajat luka ringan dalam peristiwa bom Bali I dan bom Bali II.

Hasto mengatakan 43 korban terorisme yang mendapat kompensasi ini merupakan bagian dari 357 korban yang berasal dari 57 kasus terorisme masa lalu yang tersebar dari 19 provinsi di Indonesia.

"Ini korbannya dari 357 ini ada korban yang WNI, tetapi juga ada korban yang WNA. Ada yang berdomisili di Indonesia, ada juga yang berdomisili di negara lain. Keseluruhan kompensasi yang diserahkan untuk ke 357 korban tersebut, yakni berjumlah Rp 59.227.000.000," jelas Hasto.

Hasto mengatakan LPSK juga telah menyerahkan kompensasi kepada 215 korban tindak pidana terorisme masa lalu bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara simbolik di Istana Negara pada 2020.

"Waktu itu di Istana yang secara simbolik, ada sebagian saudara-saudara berasal dari Bali dan ikut di Istana. Pada waktu itu diserahkan (kompensasi) Rp 39.205.000.000 (Rp 39 miliar)," ucapnya.