14 Siswa-Guru Positif COVID-19, Disdik Riau Setop PTM di Sejumlah Sekolah

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 18 Feb 2022 13:47 WIB
Disdik Riau Setop PTM Sementara di Sejumlah Sekolah (Raja-detikcom)
Foto: Disdik Riau Setop PTM Sementara di Sejumlah Sekolah (Raja-detikcom)
Pekanbaru -

Pembelajaran Tatap Muka terbatas di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kota Pekanbaru dihentikan sementara. Kegiatan belajar mengajar dialihkan secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kamsol mengatakan kebijakan ini diambil untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan sekolah. Terutama setelah di SMA Negeri 8 ditemukan 14 orang positif COVID-19.

"Mulai kemarin sekolah SMA semuanya belajar daring sampai 21 Februari 2022," tegas Kamsol kepada wartawan, Jumat (18/2/2022).

Kamsol mengatakan setelah 21 Februari aktivitas pembelajaran tatap muka mulai dilakukan. Hanya saja pembelajaran tatap muka tidak lagi digelar 100 persen, tetapi hanya 50 persen.

"Nanti 21 Februari siswa mulai masuk lagi ke sekolah seperti biasa. Tapi nanti harus dengan jumlah siswa hanya 50 persen, itu juga harus dengan prokes yang ketat," kata Kamsol.

Kamsol juga mengingatkan seluruh kepala sekolah memastikan Satgas COVID-19 di masing-masing sekolah berjalan efektif. Sebab Satgas COVID-19 di sekolah sangat berperan penting melakukan pengawasan terhadap siswa.

"Di masing-masing sekolah sudah dibentuk Satgasnya. Kami minta mereka ini bekerja secara maksimal melakukan pengawasan," kata Kamsol.

Secara terpisah, pihak sekolah dari SMA 8 Pekanbaru mencatat ada 14 orang positif COVID-19. Belasan orang ini terdiri dari siswa dan guru.

"Setelah komunikasi sama orang tua siswa kita dapatkan laporan ada 13 siswa positif COVID-19 setelah dilakukan swab PCR, ada juga satu orang guru. Total 14 orang," ucap Wakil Humas SMA 8, Amri.

Terkait banyaknya siswa positif, kegiatan belajar tatap muka dihentikan sementara. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan swab massal di SMA tersebut.

"Sejak Rabu kemarin kita hentikan untuk belajar tatap muka. Sementara kita akan belajar daring terlebih dahulu dan siswa-siswa yang terpapar juga sudah isolasi," katanya.

(ras/dwia)