Begini Hasil Riset Belanda yang Dulu Sempat Dikhawatirkan Ubah Sejarah RI

ADVERTISEMENT

Begini Hasil Riset Belanda yang Dulu Sempat Dikhawatirkan Ubah Sejarah RI

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 21:01 WIB
Museum Dutsch Resistance di Amsterdam mengelar pameran foto bertajuk Colonial War 1945-1948. Sejumlah foto yang dipamerkan memperlihatkan aksi pasukan kolonial menjajah Indonesia
Foto ilustrasi aksi pasukan kolonial menjajah Indonesia. (Thecreatorsproject)
Jakarta -

Riset pemerintah Belanda soal perang 1945-1950 di Indonesia sempat dikhawatirkan berpotensi mengubah sejarah Indonesia. Hasil riset yang dimulai tahun 2017 ini telah diumumkan ke publik.

Lima tahun lalu, saat riset ini dimulai, pemerhati sejarah Indonesia khawatir dan menolak riset Belanda ini. Riset ini membahas tentang periode 'bersiap'.

Judul penelitian itu adalah 'Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia, 1945-1950'. Penelitian ini menggunakan dana Pemerintah Belanda sebesar 4,1 juta Euro. Riset melibatkan 25 akademisi Belanda, 11 peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dan 6 pakar internasional.

Ada tiga lembaga Belanda yang menyelenggarakan riset ini, yakni Lembaga Ilmu Bahasa, Negara, dan Antropologi Kerajaan Belanda (KITLV); Lembaga Belanda untuk Penelitian Perang, Holocaust, dan Genosida (NIOD); serta Lembaga Penelitian Belanda untuk Sejarah Militer (NIMH). Mereka menyatakan bekerja sama dengan pihak peneliti Indonesia, tapi bukan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

Berikut adalah hasil penelitian tersebut, sebagaimana keterangan tertulis yang disajikan dalam situs resmi penelitian tersebut, diakses detikcom pada Kamis (17/2/2022).

Simak halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Museum di Belanda Bikin Pameran Tentang Kemerdekaan Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT