Klaim Munarman Dijerat Kasus Teroris demi Pembuktian FPI Dekat ISIS

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Feb 2022 08:02 WIB
Jakarta -

Soal dugaan kedekatan Front Pembela Islam (FPI) dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menggema dalam persidangan Munarman, yang didakwa dalam perkara terorisme. Munarman sendiri yang mengungkit perihal dugaan kedekatan FPI dan ISIS.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu (16/2/2022), Munarman mengklaim kasus terorisme yang menjeratnya adalah bagian dari skenario. Munarman membangun konstruksi bahwa pemerintah ingin membuktikan FPI mendukung ISIS.

Di awal keterangannya pun Munarman mengungkit soal kasus keterlibatan anggota FPI dalam jaringan terorisme. Salah satu kasus yang diungkit terkait mantan Ketua FPI Lamongan, Zainal Ansori, yang bergabung dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Padahal, menurut Munarman, orang-orang itu, termasuk Zainal Ansori, sudah diberhentikan oleh FPI sebelum bergabung dengan jaringan terorisme. Dia pun melihat ada pemikiran yang menyesatkan dalam memandang FPI.

"Secara konkret mereka diberhentikan, tentu saja mereka dikeluarkan, bahkan sebetulnya beberapa para pelaku itu sudah diberhentikan terlebih dahulu," kata Munarman dalam persidangan pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu (16/2/2022).

"Misalnya Zainal Ansori itu memang dia Ketua FPI Lamongan sampai tahun 2010. Jadi sebelum dia bergabung ke JAD, itu dia diberhentikan. Ketika ISIS muncul, ada JAD lagi berdiri, dia ditunjuk, tapi seolah media menyebut seolah-olah Zainal Ansori ini menjadikan FPI atau JAD side job. Di situlah missleading-nya," imbuh dia.

Begitu pula yang menurut Munarman terjadi dalam pembubaran FPI, disangka mendukung ISIS. Di mana ceramah Habib Rizieq pada 2014 dijadikan dasar pembubaran.

"Jadi sebetulnya skenario dari perkara ini mereka ingin membuktikan, karena sudah kadung membubarkan FPI. Nah karena FPI sudah kadung dibubarkan, tapi alasan pembubarannya itu karena ceramah Habib Rizieq pada saat milad tanggal 16 atau 18 Agustus itu 2014, yang di-framing oleh mereka mendukung ISIS padahal tidak," paparnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.