Pengungsi Merapi Terserang ISPA
Minggu, 14 Mei 2006 15:46 WIB
Sleman - Para pengungsi Gunung Merapi mulai terserang penyakit. Banyaknya hamparan debu yang diakibatkan aktivitas Merapi membuat para pengungsi mulai terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)."Saat ini banyak debu Merapi yang sudah turun ke tempat pengungsian sehingga para pengungsi rentan terserang infeksi pernafasan," kata Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Depkes Sleman Arif di Posko Utama Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Merapi Sleman, Minggu (14/5/2006).Berdasarkan data yang dihimpun tim kesehatan pengungsi Merapi, selain penyakit ISPA, para pengungsi juga terserang batuk, pusing, dan sakit mata.Khusus untuk penyakit mata, pihak Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan mewanti-wanti supaya tim relawan mencegah penyebaran penyakit ini. "Saat ini di Sleman sedang mewabah kasus penyakit mata, jadi jangan sampai pengungsi kecolongan. Karena penyakit ini menular cepat jika tidak segera diatasi," tutur Kepala Bidang Kesehatan Pemkab Sleman dr Sunartono.Namun demikian Arif belum dapat menjelaskan secara rinci berapa jumlah pasti para pengungsi yang terserang penyakit-penyakit tersebut. "Mungkin besok, soalnya saya harus mengumpulkan data terlebih dahulu," ujar Arif.Mengenai informasi jumlah warga lereng Merapi yang mengungsi, hingga pukul 11.00 WIB sudah tercatat sekitar 5.093 jiwa yang rela turun gunung.Jumlah tersebut berasal dari 3 kecamatan yaitu Turi, Pakem, dan Cangkringan. Untuk Kecamatan Turi terdapat 2 posko yaitu Wonokerto 539 pengungsi, dan Girikerto 452.Kecamatan Pakem juga dengan 2 posko, yakni Hargobinangun 2.225 pengungsi, dan Purwobinangun 273. Sedangkan untuk Kecamatan Cangkringan ada 3 posko yaitu Umbulharjo 518 pengungsi, Glagaharjo 579, dan Kepuharjo 507.
(ahm/)











































