Polisi Ungkap Warga 2 Desa Konflik di Maluku Tengah Pakai Senjata Api

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 16:56 WIB
Warga 2 desa berkonflik di Maluku Tengah, Maluku (Dok. Istimewa)
Warga 2 desa berkonflik di Maluku Tengah, Maluku. (Dok. Istimewa)
Maluku Tengah -

Warga Desa Hulaliu dan Aboru diduga terlibat bentrokan di hutan perbatasan desa di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, dan menyebabkan satu warga tewas tertembak dan satu warga lainnya luka. Polisi menyebut warga desa berkonflik memang menggunakan senjata api.

"Yang jelasnya, ini kemarin dari konflik sosial kemarin (tahun) 99 itu, setelah itu kan masih banyak warga menyimpan senjata," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhammad Roem Ohoirat kepada detikcom, Selasa (15/2/2022).

Roem mengatakan berbagai jenis senpi dikuasai warga desa yang berkonflik. Di antaranya senjata api rakitan hingga senjata api organik.

"Hal ini bisa dibuktikan dengan setiap kali ada kejadian, selalu masyarakat ada yang menggunakan senjata rakitan ada yang mungkin senjata organik. Ini yang sangat kita sayangkan," tutur Roem.

Sebelumnya, kelompok massa dari Desa Hulaliu dan Desa Aboru di Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku nyaris bentrok di area perbatasan desa sekitar 3 minggu lalu. Bentrokan dapat dicegah setelah polisi dan TNI diterjunkan ke lokasi.

"Sudah hampir 3 minggu lalu sehingga terjadi konsentrasi massa sehingga anggota sudah di sana," tutur Roem.

Kemudian pada Senin (14/2), seorang warga Hulaliu bernama Yonas Isaak (46) tewas ditembak secara misterius di hutan yang menjadi perbatasan Desa Hulaliu dan Aboru. Penembakan ini lantas memicu kelompok massa dari dua desa kembali berkumpul di perbatasan desa.

Penembakan itu juga membuat polisi kembali menerjunkan 2 peleton disusul 1 kompi aparat kepolisian untuk meredam konsentrasi 2 kelompok massa di lokasi. Sejumlah aparat TNI juga bersiaga di lokasi.

Hingga pada Selasa (15/2) hari ini, terdengar sejumlah suara tembakan dari dalam hutan. Dilaporkan seorang warga berinisial YN (50) tewas tertembak dan warga berinisial MT (27) mengalami luka tembak.

Roem mengatakan motif 2 warga desa berkonflik di Maluku Tengah karena kesalahpahaman. Namun Roem tak merinci lebih lanjut soal kesalahpahaman tersebut.

"Saya dalami dulu, saya tidak ikuti dari awal," pungkas Roem.

(hmw/mud)