Jejak Teroris Upik Lawanga yang Vonis Seumur Hidupnya Dianulir PT DKI

ADVERTISEMENT

Jejak Teroris Upik Lawanga yang Vonis Seumur Hidupnya Dianulir PT DKI

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 15:46 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi Pengadilan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menganulir hukuman penjara seumur hidup Taufiq Bulaga alias Upik Lawanga menjadi 19 tahun penjara. Majelis tinggi menurunkan hukuman dengan alasan Upik Lawanga melakukan teror itu sebagai 'balas dendam'.

Berikut ini jejak Upik Luwanga yang dirangkum dari putusan pengadilan, Selasa (15/2/2022):

2003

Taufiq Bulaga alias Upik Lawanga mulai belajar merakit bom di daerah Kayamanya Poso. Upik Lawanga juga disebut aset paling berharga Jamaah Islamiyah. Sebab, Upik dinilai sebagai penerus Dr Azahari.

November 2004

Mulai membuat rencana pengeboman dengan target mobil angkot jurusan Lombogia-Poso. Dalam merakit bom, Taufiq Baluga dibantu Icang. Sedangkan tim eksekutor di lapangan Enal Tao dan Mr X.

13 November 2004

Bom tersebut diledakkan di mobil angkot di Pasar Sentral Poso. Akibatnya, enam orang meninggal dunia, yaitu Dorce Tondind, Doliana Timali, Rayakan Baloli, Altini Andula, Yusuf Woku, dan Vidya Nova.

28 Mei 2005

Upik Lawanga merakit bom di rumah Mas Buang. Bom itu kemudian diserahkan ke tim lapangan. Bom diledakkan di Pasar Tentena, Poso, sehingga mengakibatkan 22 orang meninggal dunia.

Korban itu adalah Andri Pontali, Ari Ru'us, Berny Tungkanan, Dame Pomua, Yiska alias Eteng Pindongo, Sukiyem, Since Timparosa Nggau, Jusita Panggeso, Marice Tambuapu, Marlin Papaya, Ny. Patria Pilohima alias Ibu Pontali, Pendeta Denni Dolelia, Rima Banteki, Rosian Tadjmpu, Samsul Iskandar, Suriati Hasan Monangu, Tommy Yakobus, Yahanes Sampe Toding, Yosep Rantelimbo, Natali Toi, Marten Tonapa, dan janin dari nyonya Hasma Djepa

2006

Upik Lawanga membuat bom senter dengan target membunuh individu. Taufiq Baluga membuat lima buah bom senter. Salah satu bom senter dipakai tim lapangan untuk diledakkan di Jalan Tabatoki, Poso, sehingga mengakibatkan Nella Saliangga meninggal dunia.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT