Pria Tewas Ditembak Misterius di Maluku Tengah Diduga dari Konflik Desa

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 13:51 WIB
Polisi dan TNI berjaga di perbatasan desa berkonflik di Maluku Tengah (Dok. Istimewa)
Polisi dan TNI berjaga di perbatasan desa berkonflik di Maluku Tengah. (dok. Istimewa)
Maluku Tengah -

Polisi mengungkap peristiwa konflik antara Desa Hulaliu dan Aboru sebelum kasus penembakan misterius yang menewaskan pria bernama Yonaz Izaak (46) di area hutan perbatasan kedua desa di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Polisi kini mendalami ada-tidaknya hubungan penembakan dengan konflik warga antardesa.

"Sebelumnya pun memang ada konflik antardesa bertetangga di sana sehingga sebelumnya memang aparat kita sudah berada di sana," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhammad Roem Ohoirat kepada detikcom, Selasa (15/2/2022).

Roem mengatakan konflik antara Desa Hulaliu dan Aboru terjadi sekitar tiga minggu lalu. Massa kedua kubu terkonsentrasi di perbatasan desa hingga nyaris bentrok. Polisi segera diterjunkan dan meredam emosi dua kelompok massa di perbatasan desa.

"Desa Hulaliu sama Desa Aboru. Sebelumnya ada kesalahpahaman di antara mereka sehingga ada semacam membuat situasi agak panas," ungkap Roem.

Penembakan Misterius Kembali Picu Konsentrasi Massa di Perbatasan Desa

Roem mengatakan insiden penembakan yang menewaskan Yonaz Isaak kembali memicu konsentrasi massa di perbatasan desa pada Senin (14/2). Akibatnya, dua peleton personel kepolisian dibantu prajurit TNI diterjunkan untuk mencegah bentrok di perbatasan desa.

"Kemarin ketika kejadian itu aparat kita juga sudah ada di sana. Ada Dirkrimum, ada Kapolresta, ada semua di sana," kata Roem.

Roem mengatakan personel TNI-Polri terus bersiaga di perbatasan desa karena bentrokan sewaktu-waktu bisa terjadi. Bahkan satu kompi polisi kembali diterjunkan ke lokasi.

"Personel masih disiagakan di sana. Bahkan pagi ini kita tambahkan personel 1 kompi di sana," ungkap Roem.

Polisi Selidiki Penembak Misterius

Polisi hingga kini masih menyelidiki pelaku penembakan Yonaz Isaak saat berada di hutan perbatasan desa di Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, Maluku, pada Senin (14/2). Roem menyebut belum ada fakta yang mengatakan penembakan ada hubungannya dengan konflik desa bertetangga tersebut.

"(Pelaku dan motif penembakan) masih, masih belum tahu, masih didalami. Kita belum ada fakta-fakta menunjukkan saya bisa mengatakan demikian," tutur Roem.

Dia juga mengimbau warga menahan diri. Dia menegaskan pihak kepolisian terus mendalami kasus penembakan yang menimpa Yonaz.

"Tetap mengimbau masyarakat Maluku masih sama-sama kita jaga daerah kita yang sebelumnya itu dikenal sebagai daerah berkonflik dan itu sudah memudar. Saat ini mari sama-sama kita jaga sehingga stigma negatif itu tidak muncul lagi tidak dicap lagi kepada kita orang Maluku," pungkas Roem.

(hmw/nvl)