Pria di Maluku Tengah Tewas Ditembak Misterius, 2 Peleton Polisi Diterjunkan

Muslimin Abbas - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 18:02 WIB
ilustrasi penembakan
Foto: Internet
Maluku Tengah -

Seorang pria bernama Yonaz Izaak (46) tewas ditembak secara misterius saat berada di hutan di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Polda Maluku lantas menerjunkan 2 peleton personelnya karena terjadi konsentrasi massa di lokasi.

"Warga tersebut mengalami luka-luka dan meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhammad Roem Ohoirat dalam keterangannya, Senin (14/2/2022).

Yonaz tewas tertembak di kawasan hutan Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, sekitar pukul 13.30 WIT. Polisi menyebut Yonaz berada di hutan itu bersama sejumlah rekannya sesama warga Hulaliu.

"Pukul 13.30 WIT ada beberapa orang warga berasal dari Hulaliu yang sementara berada di dekat hutan, tiba-tiba ada bunyi tembakan. Kemudian salah satu dari warga tersebut (tertembak)," kata Roem Ohoirat.

Polisi Terjunkan 2 Peleton Personel

Kombes Roem mengatakan insiden penembakan memicu konsentrasi massa di lokasi yang juga disebut-sebut merupakan perbatasan desa. Akibatnya, Polda Maluku menerjunkan 2 peleton Brimob dan Sabhara ke lokasi penembakan.

"Saat ini untuk pasukan kami sudah berada di TKP, ada sekitar 2 peleton di sana dan Kapolsek sudah ada di TKP. Dengan adanya kejadian tersebut, terjadi konsentrasi massa" katanya.

Roem lantas meminta warga tetap tenang. Warga juga diminta tidak terprovokasi oleh kabar hoaks yang sewaktu-waktu bisa mewarnai insiden penembakan tersebut.

"Kami berharap dan mengimbau sekali lagi kepada masyarakat jaga ketenangan tidak terprovokasi karena ini tidak tahu yang lakukan penembakan itu dari mana. Oleh karenanya, masyarakat diminta menahan diri, tidak terprovokasi oleh isu-isu atau kabar-kabar yang bersifat hoaks dan tidak benar," pinta Roem.

Roem juga menanggapi soal lokasi penembakan tepat terjadi di perbatasan desa. Dia meminta semua pihak tak beropini.

"Yang jelas di hutan, jangan kita bicarakan-narasikan perbatasan, itu sudah berarti kita sudah mengarah opini. Yang jelas, di luar desa dan di hutan," katanya.

Korban kini sudah dievakuasi di puskesmas dan dilakukan visum dan Polda Maluku juga mengimbau kembali kepada masyarakat Maluku untuk menahan diri dan tidak terprovokasi.

(hmw/nvl)