Kian Panjang Daftar Agen Jamaah Islamiyah yang Susupi Lembaga Publik

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 12:55 WIB
Ilustrasi: Definisi terorisme menurut KBBI (Danu Damarjati/detikcom)
Foto ilustrasi terorisme. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Bengkulu, RH, yang disebut sebagai salah satu kader Partai Ummat. Sebelum RH, ada agen JI yang menjadi anggota lembaga-lembaga publik, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penyusupan anggota JI ke lembaga publik ini pernah disinggung oleh pakar terorisme dari UIN Syarif Hidayatullah (UIN) Zaki Mubarak. Dia mengatakan JI menyusupkan orang-orangnya ke lembaga publik, seperti MUI, demi bisa mempengaruhi kebijakan.

"Karena MUI lembaga strategis dalam membuat kebijakan terkait kepentingan umat Islam, mereka (JI) menanam orang-orangnya itu mempengaruhi pengambilan kebijakan," kata Zaki kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Zaki menyebut JI bisa saja menyusupkan orang-orangnya di MUI sebagai suatu strategi. Dia menilai hal itu bisa menjadi kamuflase JI.

"Sekaligus sebagai strategi kamuflase supaya tidak kelihatan bahwa dia orang JI. Menjadi free rider atau penumpang gelap menjadi strategi mereka saat ini," tutur Zaki.

Zaki mengatakan JI yang baru atau neo-JI punya strategi menyusup ke mana-mana, terutama ke lembaga negara dan ormas-ormas strategis, termasuk partai politik. Mereka dinilai ingin mempengaruhi pengambilan kebijakan lembaga atau ormas agar mendelegitimasi pemerintah.

Sejauh ini, Densus 88 memang telah menangkap sejumlah tersangka teroris yang disebut masuk ke lembaga publik. Berikut daftarnya:

1. Farid Okbah

Farid Okbah ditangkap Densus 88 Antiteror dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan terorisme. Farid Okbah merupakan Ketua Umum Partai Dakwah.

Polri mengungkapkan penangkapan berdasarkan pengakuan 28 tersangka teroris JI yang sudah ditangkap.

"Ditambah juga keterangan 28 saksi, ini merupakan para tersangka yang telah tertangkap terdahulu," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri saat itu, Brigjen Rusdi Hartono, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (17/11/2021).

Selain menjadi Ketum Partai Dakwah, Farid Okbah juga merupakan pengurus MUI Bekasi meski belakangan telah dinonaktifkan. Partai Dakwah dan MUI menegaskan tak ada kaitan lembaganya dengan JI.

Kembali ke Rusdi. Dia mengatakan Farid Okbah diduga terlibat dalam pendanaan kelompok teroris JI. Dugaan itu disampaikan Rusdi berdasarkan keterangan dari 28 tersangka teroris lain.

Farid Okbah juga diduga terlibat dalam tim sepuh atau Dewan Syuro JI. Farid juga memiliki jabatan di yayasan milik JI, yakni Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman bin Auf (LAZ BM ABA).

"FAO keterlibatan sepuh atau Dewan Syuro JI. Kemudian anggota Dewan Syariah BM ABA, kemudian tahun 2018 dia ikut memberikan uang tunai Rp 10 juta untuk Perisai Nusantara Esa, ucap Kabag Penum Divisi Humas Polri saat itu, Kombes Ahmad Ramadhan.

Pihak Farid Okbah telah membantah. Pengacara Farid Okbah, Ismar Syafruddin, menyebut kliennya bukan teroris.

2. Ahmad Zain An Najah

Selain Farid Okbah, Densus 88 juga menangkap Ahmad Zain An Najah dalam waktu bersamaan. Saat ditangkap, Ahmad Zain An Najah berstatus sebagai anggota Komisi Fatwa MUI.

Polisi menyatakan Ahmad Zain An Najah berperan sebagai Ketua Dewan Syariah LAZ BM ABA yang merupakan yayasan milik JI. Dia juga diduga sebagai Dewan Syuri JI.

"Yang bersangkutan keterlibatannya adalah sebagai Dewan Syuro JI. Kemudian selain itu, yang bersangkutan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat BM ABA," ucap Ramadhan.

MUI sendiri telah buka suara soal penangkapan Ahmad Zain An Najah. MUI menegaskan kasus tersebut merupakan urusan pribadi dan MUI tidak terlibat jaringan JI.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Kader Partai Ummat Tersangka Teroris, DPR: Partai Harus Tangkal Terorisme!

[Gambas:Video 20detik]