COVID-19 di Depok Meningkat, RS UI Tambah Kapasitas Tempat Tidur

ADVERTISEMENT

COVID-19 di Depok Meningkat, RS UI Tambah Kapasitas Tempat Tidur

Dwi Rahmawati - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 11:44 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Depok -

Rumah Sakit (RS) Universitas Indonesia (UI) mulai menambah kapasitas tempat tidur untuk pasien COVID-19. Kebijakan ini diambil seiring dengan lonjakan kasus COVID-19 di Kota Depok.

Manajer Pengembangan Bisnis RS Universitas Indonesia dr Astrid Saraswaty Dewi mengatakan lantai 11 RS UI telah ditambah 25 tempat tidur. Kini kapasitas keseluruhan untuk pasien COVID-19 di RS UI menjadi 66 tempat tidur.

"Kami sudah menambah kapasitas bed sejak Senin (7/2), khususnya pada lantai 11, dengan penambahan 25 bed. Total keseluruhan 66 bed," kata Astrid Saraswaty kepada detikcom, Selasa (15/2/2022).

Namun, lanjut Astrid, pembukaan di lantai 11 masih dilakukan secara bertahap. Pembukaan menyesuaikan kondisi kasus COVID-19 dan arahan dari Dinas Kesehatan Kota Depok.

"Membuka kamar tidur secara bertahap sesuai dengan kondisi angka kasus COVID-19 dan ketersediaan jumlah bed di fasyankes yang ada di Kota Depok melalui koordinasi Dinkes Kota Depok," sambungnya.

Adapun rincian tempat tidur pasien COVID-19 di RS UI yang mencapai 66, yakni 8 bed ICU COVID-19, 50 isolasi tekanan negatif, NICU 1 bed, dan IGD COVID-19 7 tempat tidur.

Rencananya, RS UI akan terus memperbarui jumlah kapasitas menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

"Jika memang dibutuhkan penambahan kapasitas bed, kami akan menambah secara bertahap, disesuaikan dengan SDM dan sarana-prasarana serta fasilitas medis," ungkapnya.

Untuk diketahui, pada Senin (14/2) terjadi penambahan kasus positif di Depok sebanyak 1.356. Dengan demikian, akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 hingga 14 Februari di angka 133.470.

Sementara itu, kasus pasien yang sembuh mencapai 104.517. Dinas Kesehatan Kota Depok mengingatkan masyarakat untuk tetap memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi, serta divaksin (5M+1D).

(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT