ADVERTISEMENT

Sopir Eks Dirjen Kemendagri Mangkir Pemeriksaan KPK Terkait Suap Dana PEN

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 11:43 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil sopir mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri M Ardian Noervianto, M Dani S, sebagai saksi. Namun M Dani mangkir tanpa konfirmasi.

"Muhammad Dani S (sopir Dirjen Bina Keuda Kemendagri) tidak hadir dan tanpa konfirmasi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (15/2/2022).

Ali mengimbau M Dani kooperatif. Pemanggilannya akan dijadwalkan ulang.

"KPK mengingatkan yang bersangkutan untuk kooperatif hadir pada penjadwalan pemeriksaan berikutnya oleh tim penyidik," katanya.

Saksi itu juga dipanggil bersama saksi swasta, Yoyo Sumarjo, pada Senin (14/2) di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Yoyo dimintai konfirmasi soal pertemuan M Ardian dengan tersangka Bupati Kolaka Timur (Koltim) nonaktif Andi Merya Nur (AMN) di beberapa tempat di Jakarta.

"Yoyo Sumarjo (swasta), yang bersangkutan hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan aktivitas tersangka MAN (M Ardian) dan dugaan adanya beberapa pertemuan tersangka MAN dengan tersangka AMN (Andi Merya) di beberapa tempat di Jakarta," katanya.

Dalam kasus ini, selain Ardian, KPK menjerat dua tersangka lain, yaitu Andi Merya Nur selaku Bupati Kolaka Timur periode 2021-2026 dan Laode M Syukur Akbar sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna. KPK menduga Laode M Syukur sebagai pihak yang mengenalkan Andi Merya dengan Ardian.

Awalnya, dalam perkara ini, Andi Merya meminta bantuan Ardian terkait permohonan pinjaman dana PEN sebesar Rp 350 miliar. Ardian pun meminta imbalan 3 persen dari nilai pengajuan, yaitu Rp 350 miliar yang apabila dihitung maka sekitar Rp 10,5 miliar. Namun, menurut KPK, suap itu baru terealisasi sekitar Rp 2 miliar.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT