ADVERTISEMENT

Vaksinasi Anak di Kendari Rendah, Dinkes Ungkap Izin Ortu Kendala Utama

Nadhir Attamimi - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 18:30 WIB
Ilustrasi Vaksinasi Anak
Foto: Dok. detikcom
Kendari -

Vaksinasi anak berusia 6-11 tahun di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan sangat rendah. Dinkes Kendari berdalih vaksinasi anak rendah karena terkendala izin orang tua.

"Iya (vaksinasi anak rendah), karena vaksin untuk anak masih tersendat, orang tua kendalanya," kata Kadinkes Kendari Rahminingrum kepada detikcom, Senin (14/2/2022).

Capaian vaksinasi anak di Kendari sejauh ini baru 7.161 anak atau sekitar 19,17 persen. Rahminingrum mengklaim capaian vaksinasi anak bakal lebih tinggi jika orang tua paham dengan pentingnya program vaksinasi.

"Kendalanya sebagian orang tua masih belum mengizinkan anaknya untuk vaksin, mungkin masih percaya dengan berita-berita bohong," tuturnya.

Karena vaksinasi anak rendah, Dinkes Kendari berpotensi membatasi pembelajaran tatap muka (PTM) dari kapasitas 80 persen menjadi 50 persen. Namun kebijakan ini tergantung peningkatan kasus aktif COVID-19 di Kendari.

"Nanti kita lihat perkembangannya, sekarang kan posisi (PTM) 80% tatap muka, kalau nanti kasus (COVID-19 aktif) naik terus, ya, mungkin akan diturunkan 50%," ujarnya.

Upaya Dinkes Kendari Genjot Vaksinasi Anak

Rahminingrum mengatakan Dinkes Kota Kendari sudah menggandeng stakeholder terkait untuk membantu meyakinkan masyarakat dan para orang tua soal vaksinasi anak.

"Puskesmas tidak henti-hentinya turun ke sekolah-sekolah berikan edukasi. Bukan hanya puskesmas, lurah-lurah, camat sudah turun mengedukasi masyarakat, orang tua. Saya kira lebih banyak manfaatnya ketimbang mudaratnya," kata Rahminingrum.

Rahminingrum lantas mengimbau masyarakat agar tidak perlu takut dengan vaksinasi. Dia juga meminta warga tidak mempercayai informasi-informasi yang menyudutkan program vaksinasi.

"Vaksin anak aman, terbukti Persatuan Dokter Spesialis Anak sudah mengimbau dan juga sudah dapat rekomendasi kalau vaksin anak ini aman, sudah ada izin POM-nya, bersertifikat halal, jadi dari sisi mana pun bisa dipertanggungjawabkan, karena pasti sudah ada kajian penelitian," terangnya.

(hmw/nvl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT