Corona Makassar Sudah Gelombang Ketiga, Puncaknya Diprediksi Akhir Maret

ADVERTISEMENT

Corona Makassar Sudah Gelombang Ketiga, Puncaknya Diprediksi Akhir Maret

Syachrul Arsyad - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 17:56 WIB
Ilustrasi Makassar
Ilustrasi berita gelombang ketiga Corona Makassar. (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Masa pandemi Corona Makassar saat ini sudah memasuki fase gelombang ketiga, dengan catatan kasus aktif aktif per hari ini sebanyak 2.264 orang. Epidemiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Ansariadi memprediksi puncak gelombang ketiga COVID di Makassar terjadi pada akhir Maret mendatang.

"Peningkatan kasus di Sulsel, termasuk Makassar, sudah diperkirakan karena tren secara global, nasional, seperti itu. Peningkatan ini adalah karena munculnya varian baru, yaitu Omicron," beber Ansariadi kepada detikcom, Senin (14/2/2022).

Meski puncaknya diperkirakan mulai pertengahan hingga akhir Maret mendatang, dirinya belum mau sesumbar lebih jauh terkait hal tersebut.

"Kami belum bisa memprediksi kapan pastinya. Tapi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, sekitar 6-8 minggu sejak kenaikan kasus baru mengalami penurunan," ucap Ansariadi.

"Jika polanya sama, diperkirakan (gelombang ketiga COVID-19) akan sampai pertengahan hingga akhir Maret. Ini baru perkiraan dengan melihat pola tahun lalu. Kami akan tetap melakukan monitoring pertumbuhan kasus," tambah dia.

Apalagi kenaikan kasus COVID-19 di Kota Makassar, umumnya Sulsel, masih akan terjadi beberapa minggu ke depan. Namun peningkatan kasus yang cukup tinggi itu, baik dalam hal ini jumlah kasus berat yang butuh penanganan di rumah sakit maupun jumlah kematian, disebut masih relatif rendah jika dibandingkan efek varian Delta pada 2021.

"Contoh di Makassar, dua hari terakhir, sekitar 500-an kasus baru per hari yang dilaporkan. Tahun lalu, ketika jumlah kasus baru seperti itu, laporan kematian per hari biasanya 5-10 orang per hari. (Sementara) saat ini hanya 1 orang yang dilaporkan (meninggal) karena COVID-19 per hari," urai Ansariadi.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas ini menegaskan disiplin protokol kesehatan (prokes) tetap harus jadi standar utama pencegahan penularan Corona. Juga diiringi dengan peningkatan realisasi vaksinasi.

"Peningkatan cakupan vaksinasi dosis 2 harus ditingkatkan ke 80 persen dari yang saat ini masih berkisar 53 persen. (Tujuan vaksinasi) untuk mengurangi beratnya gejala klinis COVID-19," papar dia.

Sementara itu, terkait dengan pengendaliannya, isolasi dan karantina tetap harus dilakukan. Seiring upaya menemukan mereka yang positif (tracing) melalui peningkatan jumlah testing.

"Dan semua kontak erat harus secepatnya dikarantina dan dilanjutkan dengan testing untuk memastikan apakah mereka tertular atau tidak," jelas Ansariadi.

(nvl/nvl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT