ADVERTISEMENT

KPK Buka Seleksi 11 Jabatan, Novel Baswedan dkk Bisa Balik?

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 16:27 WIB
Gedung baru KPK
Ilustrasi Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK sedang mengadakan seleksi 11 jabatan yang terdiri dari dua jabatan pimpinan tinggi (JPT) Madya dan sembilan JPT Pratama. Namun apakah Novel Baswedan dan kawan-kawan (dkk) bisa ikut seleksi ini?

Wakil Ketua Badan Kepegawaian Negara (BKN) Supranawa Yusuf, selaku tim dari panitia seleksi (pansel), mengatakan ada sejumlah syarat seleksi ini, salah satunya persyaratan umum. Pada persyaratan itu, katanya, jelas terdapat 'tidak pernah diberhentikan dengan hormat atau tidak hormat'.

"Tadi sudah saya bacakan bahwa ada persyaratan yang harus dipenuhi termasuk dalam catatan umum untuk mengikuti seleksi ini yaitu tidak pernah diberhentikan dengan hormat, tidak atas permintaan sendiri, atau tidak dengan hormat sebagai PNS, TNI, anggota Polri, pegawai KPK atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta," kata Supranawa dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2022).

Supranawa berharap syarat tersebut tidak ditafsirkan dengan yang lain. Dengan itu, Novel Baswedan dan mantan pegawai KPK lainnya tentu tidak bisa mengikuti seleksi ini.

"Jadi, secara spesifik, secara khusus, itu sudah disebutkan, secara jelas ya disebutkan di situ, sehingga mudah-mudahan ini tidak menimbulkan penafsiran yang lain," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah jabatan strategis di KPK tengah kosong. KPK pun membuka seleksi terbuka untuk mengisi setidaknya 11 jabatan, mulai jabatan pimpinan tinggi atau JPP hingga kepala biro.

"KPK membuka seleksi untuk 11 jabatan yang terdiri atas dua JPT madya dan sembilan JPT Pratama," kata Sekjen KPK Cahya H Harefa dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (14/2).

Dua JPT Madya yang kosong adalah Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi serta Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat.

Sedangkan 9 JPT Pratama yang dibuka seleksinya adalah:
- Direktur Penyidikan,
- Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah 4,
- Kepala Sekretariat Dewan Pengawas,
- Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik,
- Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi,
- Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi,
- Kepala Pusat Perencanaan Strategis Pemberantasan Korupsi,
- Kepala Biro Sumber Daya Manusia, serta
- Kepala Biro Hubungan Masyarakat.

"Sejumlah 11 posisi tersebut saat ini belum memiliki pejabat definitifnya," ujar Cahya.

(azh/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT