Sempat Ditangkap Polisi, 59 Pendemo Tolak Tambang di Sulteng Dipulangkan

ADVERTISEMENT

Sempat Ditangkap Polisi, 59 Pendemo Tolak Tambang di Sulteng Dipulangkan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 11:30 WIB
Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Polisi memulangkan 59 pendemo yang ditangkap saat terjadi ricuh penolakan izin tambang PT Trio Kencana di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). Polisi mengatakan para pendemo telah dikembalikan ke keluarga masing-masing.

"Sebanyak 59 warga masyarakat yang diamankan oleh kepolisian sudah dikembalikan ke keluarganya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2022).

Dedi mengatakan para pendemo itu menutup jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulteng, Gorontalo, dan Sulawesi Utara (Sulut) selama 10 jam saat aksi berlangsung. Menurutnya, aksi tersebut sudah dilakukan berulang kali.

"Aksi massa yang menutup ruas jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara kurang-lebih selama 10 jam dan kegiatan itu dilakukan bukan hanya sekali dan sudah berulang kali," tuturnya.

"Karena arus lalu lintas menjadi moda ekonomi di Sulteng, tidak boleh terganggu. Karena itu moda ekonomi dari Sulteng, Gorontalo, dan Manado," sambung Dedi.

Dedi mengklaim polisi sudah melakukan mediasi dan dialog dengan massa aksi. Namun Dedi menegaskan langkah penegakan hukum harus dilakukan demi menjaga situasi tetap kondusif.

"Tahapan-tahapan preventif itu pun sudah dilakukan. Kita mencoba melakukan mediasi, dialog, terus kita lakukan. Upaya-upaya penegakan hukum terus kita lakukan dalam rangka menjaga situasi Sulteng tetap kondusif," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT