ADVERTISEMENT

Menaker Evaluasi Pemeriksaan IVA Pekerja Perempuan di Semarang

Atta Kharisma - detikNews
Jumat, 11 Feb 2022 22:43 WIB
Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Dalam rangka memperingati rangkaian Bulan K3 Nasional tahun 2022, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Kegiatan itu guna meningkatkan kesehatan tenaga kerja perempuan, dalam mencegah dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan di PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk. Selain kegiatan pemeriksaan IVA, dilakukan pula pelatihan K3 serta sosialisasi pencegahan penyakit Tuberculosis (Tb) di tempat kerja.

Rangkaian pemeriksaan ini dilakukan selama tiga hari, yakni dari tanggal 8-10 Februari 2022, dengan total pekerja perempuan yang melakukan pemeriksaan sebanyak 500 orang.

Dalam sambutannya, Ida mengatakan penyelenggaraan kegiatan Pemeriksaan IVA merupakan wujud nyata program aksi kepedulian terhadap tenaga kerja perempuan. Kegiatan ini juga bersinergi dengan Visi Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM).

Rangkaian kegiatan ini telah dilakukan sejak tahun 2015-2019, yang mana telah mencakup lebih dari 18 ribu pekerja perempuan yang telah melakukan pemeriksaan.

"Pemeriksaan kesehatan ini penting sebagai upaya untuk mencegah dan mendeteksi secara dini terjadinya kanker leher rahim pada pekerja perempuan yang merupakan juga bagian dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), untuk itu sosialisasi dan pemeriksaan secara berkala harus dilakukan," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Jumat (11/2/2022).

Ida juga berharap peran serta pengusaha dan kerja sama pemerintah dapat mengurangi risiko kanker serviks pada pekerja perempuan di Indonesia sejak dini. Menurutnya, dengan dilakukan pemeriksaan IVA pekerja perempuan dapat tetap menjaga kesehatannya sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas kerja.

Ida pun mengingatkan para pekerja perempuan yang telah terdaftar dalam kepesertaan baik dari BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan berhak mendapatkan layanan manfaat pemeriksaan IVA. Untuk itu, ia mengimbau pihaknya, melalui Ditjen Binwasnaker dan K3 bersama BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan, agar melakukan sosialisasi bersama kepada perusahaan dan pekerja yang telah terdaftar di dalam kepesertaan.

Sementera itu, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul David Hidayat mengapresiasi Kemnaker yang telah memberikan kesempatan bagi karyawan perempuan di perusahaannya untuk menjalani tes IVA.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dengan diberikannya kesempatan kepada seluruh karyawan perempuan yang ada di perusahaan kami untuk melakukan pemeriksaan IVA ini, karena ini sangat membantu apabila terdeteksi lebih dini akan lebih baik dalam pengobatan dan penyembuhannya," pungkasnya.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT