ADVERTISEMENT

Kemnaker Apresiasi TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal ke Malaysia

Atta Kharisma - detikNews
Rabu, 09 Feb 2022 23:13 WIB
Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang mengingatkan peranan penting aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam meningkatkan produktivitas.
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan mengapresiasi jajaran TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan penyelundupan manusia yang diduga akan dipekerjakan di Malaysia. Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kemnaker, Haiyani Rumondang mengatakan penyelundupan manusia adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi dan termasuk kategori pelanggaran yang serius.

"Penyelundupan manusia jelas merupakan pelanggaran serius, dan Kemnaker tidak pernah ragu untuk menindak tegas pelaku penempatan PMI nonprosedural baik yang dilakukan oleh perorangan maupun korporasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, (9/2/2022).

Haiyani meminta semua pihak untuk bersatu padu dalam mencegah dan memberantas penempatan CPMI/PMI secara nonprosedural, terutama dengan modus penyelundupan manusia yang sangat tidak manusiawi.

"Pemda sebagai garda terdepan dalam pelindungan PMI harus bersatu untuk mencegah dan menangani penempatan PMI secara nonprosedural," imbuhnya.

Ia pun menyatakan pihaknya akan mendorong agar kasus ini dapat ditangani secara komprehensif dengan memaksimalkan koordinasi bersama stakeholder terkait, sehingga siapa pun yang terlibat dapat diusut tuntas.

Haiyani menilai daerah-daerah perbatasan seperti perairan Tanjung Balai Asahan, Dumai, Nunukan, Tanjung Balai Karimun, perairan Tanjung Pinang dan Entikong harus mendapat perhatian serius dari semua pihak untuk mencegah penempatan PMI secara nonprosedural, termasuk modus penyelundupan manusia.

Pemda, Disnaker, Kepolisian, TNI, Bakamla, Penjaga perbatasan juga diminta agar benar-benar memberikan perhatian untuk mengantisipasi penyelundupan manusia serta penempatan CPMI secara nonprosedural.

"Tindak tegas siapa pun oknum-oknum yang terlibat demi perlindungan dan martabat bangsa Indonesia," pungkasnya.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT