ADVERTISEMENT

Arti Coklat di Hari Valentine, Ternyata Sejarahnya Panjang!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Feb 2022 14:40 WIB
Arti coklat di Hari Valentine perlu diketahui sebelum kamu memberikannya kepada orang tersayang. Hal ini juga berkaitan erat dengan momen hari kasih sayang.
Arti Coklat di Hari Valentine: Simak Sejarah-Maknanya di Sini! (Foto: Getty Images/iStockphoto/karandaev)
Jakarta -

Arti coklat di Hari Valentine perlu diketahui sebelum kamu memberikannya kepada orang tersayang. Hal ini juga berkaitan erat dengan momen hari kasih sayang.

Kamu mungkin menyadari Hari Valentine identik dengan cokelat. Karena itulah, di bulan kasih sayang banyak penjual coklat yang menawarkan dagangannya. Siapa sangka, arti coklat di hari Valentine awalnya mempunyai sejarah yang panjang.

detikcom sudah merangkum arti coklat di Hari Valentine. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Arti Coklat di Hari Valentine: Simak Dulu Sejarah Awalnya

Mengutip laman CNN, arti coklat di Hari Valentine bisa dilihat dari sejarahnya kurang dari 200 tahun yang lalu. Sebenarnya, tidak ada yang romantis tentang coklat. Awalnya, 'xocolatl' atau air pahit menjadi minuman Mesoamerika yang terbuat dari biji kakao, cabai dan rempah-rempah.

Namun, pada tahun 1600-an penjelajah Eropa memilih minuman tersebut dan membawanya kembali ke Spanyol, Prancis dan Inggris. Kala itu, memiliki akses meminum coklat adalah cara bagi penguasa untuk memperlihatkan wibawa mereka.

Sebagaimana disampaikan professor studi makanan dan sistem makanan di Montclair State University, New Jersey, Charles Feldman mengungkapkan, hal inilah yang membuat coklat dikaitkan dengan maskulinitas dan kejantanan. Dengan demikian, coklat hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.

Masih mengutip laman CNN, sampai revolusi industri, coklat juga secara eksklusif dikaitkan dengan orang-orang kaya. Pendiri Chocolate Noise sekaligus penulis 'Bean to Bar Chocolate: America's Craft Chocolate Revolution' Megan Giller mengatakan, kala itu coklat hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya. Lebih jauh lagi, coklat sebagai lambang kemewahan, suguhan mahal bagi segelintir orang yang mampu membelinya.

Namun, pada abad ke-19, gula sudah menjadi komoditas, mengubah kakao manis menjadi makanan yang dapat dicicipi oleh pekerja, termasuk perempuan. Saat wanita menikmati coklat, konotasi produk beralih dari maskulin ke feminin. Manis, lembut, menciptakan kesenangan menjadi ikon coklat di masa itu.

Arti coklat di Hari Valentine sudah diketahui. Simak halaman selanjutnya untuk mengetahui keterkaitan coklat dan hari kasih sayang.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT