ADVERTISEMENT

Kemnaker Kembangkan BLK Komunitas sebagai Inkubator Bisnis

Nada Zeitalini - detikNews
Rabu, 09 Feb 2022 22:46 WIB
Kemnaker
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mengembangkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas guna mengakselerasi peningkatan kompetensi SDM Indonesia. Untuk itu, selain menjadi lembaga pelatihan, saat ini Kemnaker juga mendorong BLK Komunitas sebagai inkubator bisnis.

"Sudah banyak contoh-contoh diawali dari BLK Komunitas berkembang menjadi unit usaha sendiri. Bisa menghidupkan pesantren di samping memang tujuan utamanya adalah memperkuat kompetensi santri dan masyarakat di sekitar pesantren," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis, Rabu (9/2/2022).

Hal itu disampaikan Ida saat meninjau workshop Kejuruan Teknik Informatika BLK Komunitas Pondok Pesantren Kauman di Lasem, Rembang. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan Kemnaker telah mulai menerapkan peran inkubator bisnis ini di sejumlah BLK Komunitas.

"Saya berharap BLK Komunitas (Ponpes Kauman-red) ini juga melakukan hal yang sama. Tahun 2021 kemarin kita memilih 25 BLK Komunitas menjadi inkubator bisnis," katanya.

Ida menjelaskan BLK Komunitas adalah unit pelatihan vokasi pada suatu komunitas di lembaga pendidikan keagamaan non-pemerintah yang meliputi pondok pesantren, seminari, dhammasekha, pasraman, dan lembaga keagamaan non pemerintah lainnya, serta komunitas serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Lebih lanjut ia menegaskan pihaknya akan terus membangun BLK Komunitas di tahun 2022 guna mewujudkan SDM unggul dalam jumlah banyak dan merata di Tanah Air.

"Tahun 2022 ini kita bangun lagi BLK Komunitas kurang lebih 1.000. Tapi, tahun 2022 ini kita akan selesaikan yang dibangun 2021 dulu, kita berikan peralatan dan mulai pelatihannya," katanya.

Agar BLK Komunitas dapat melahirkan lulusan yang dapat masuk ke pasar kerja atau berwirausaha, mendorong kemandirian BLK Komunitas menjadi strategi yang diterapkan.

Hal ini dilakukan dengan membangun kerja sama antara BLK Komunitas dengan industri-industri setempat. Sehingga diharapkan lulusan BLK Komunitas memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, atau berwirausaha secara mandiri sesuai dengan potensi daerah setempat.

"Jadi, di samping memiliki pengetahuan agama, mereka juga dibekali dengan kompetensi, baik untuk kepentingan pasar kerja maupun untuk kepentingan yang melahirkan entrepreneur dengan kompetensi yang dibekali BLK Komunitas," pungkasnya.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT