ADVERTISEMENT

Kemnaker Akan Kenalkan Konsep BLK Komunitas di Presidensi G20

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 09 Feb 2022 21:40 WIB
Kemnaker
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan akan mengemukakan konsep pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis komunitas (BLK Komunitas) pada Presidensi G20. Kemnaker akan menjelaskan konsep BLK Komunitas sebagai sarana untuk memperkuat akses dan kualitas pelatihan, terutama bagi masyarakat yang kurang beruntung, termasuk masyarakat pedesaan (rural areas).

Saat menjadi pembicara Kick Off G20 on Education and Culture, Gelar Wicara I bertajuk 'Solidaritas dan Kemitraan Serta Masa Depan Dunia Kerja Pasca COVID-19' secara virtual, Rabu (9/2), Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi menjabarkan pada Presidensi G20 Tahun 2022, Kemnaker akan mengusung empat isu/tema prioritas.

Keempat isu tersebut yakni pertama, penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dalam menghadapi perubahan dunia kerja (sustainable job creation towards changing world of work). Kedua, pasar kerja yang inklusif dan afirmasi pekerjaan yang layak untuk penyandang disabilitas (inclusive labour market and affirmative decent jobs for person with disabilities).

Ketiga, pengembangan kapasitas SDM untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan (human capacity development for sustainable growth of productivity). Keempat, perlindungan tenaga kerja yang adaptif dan inklusif dalam merespon dunia kerja yang terus berubah (adaptive and inclusive labour protection in the changing world of work).

Anwar menerangkan pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas masyarakat. Untuk itu, kata dia, pelatihan vokasi harus diselenggarakan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja. Anwar menyatakan upaya ini sejalan dengan salah satu isu prioritas pada Presidensi G20, yakni soal pengembangan kapasitas SDM untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan.

"Ini konsep (pelatihan berbasis komunitas-red) yang kita tawarkan ke negara-negara Anggota G20 dan saya yakin beberapa negara juga memiliki setting sosial budaya yang sama dengan kita," ujar Anwar dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (9/2/2022).

Selaku Chair Employment Working Group (EWG), Anwar mengingatkan pengembangan kapasitas SDM bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan perusahaan, tetapi juga tanggung jawab bersama semua pihak, termasuk individu, serikat pekerja/serikat buruh, dan masyarakat.

"Dalam konteks ke Indonesia-an, membangun SDM unggul, membangun SDM berbudaya dan berkarakter, itu tanggung jawab kita semua," sebut Anwar.

Anwar mengungkapkan pihaknya akan menjadikan sidang Presidensi G20 Tahun 2022 sebagai forum tukar pikiran negara-negara anggota G20 sekaligus menemukan formula yang tepat untuk bangkit bersama dan kuat bersama pasca pandemi COVID-19.

"Harapan kita, sesuai arahan Pak Presiden, kita bukan hanya memimpin sidang tapi betul-betul akan menjadi role model pimpinan, yang akan menjadi referensi bagi setiap isu yang akan dimunculkan dalam G20," terang Anwar.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT