Satgas Prihatin Pasutri COVID-19 Jalan-jalan ke Malang: Harus Disanksi!

ADVERTISEMENT

Satgas Prihatin Pasutri COVID-19 Jalan-jalan ke Malang: Harus Disanksi!

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 19:17 WIB
Wiku Adisasmito di detikcom Year in Review
Wiku Adisasmito (20detik)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 prihatin terhadap pasutri yang mengaku positif COVID-19 dan jalan-jalan ke Malang. Satgas COVID-19 menyebut aksi pasutri tersebut menganggap remeh penularan Corona yang sedang tinggi.

"Melihat kondisi ini, kami amat prihatin, karena masih saja ada orang menyepelekan penularan COVID-19 bahkan sedang tinggi dalam dua minggu terakhir. Kita perlu mengesampingkan ego kita terlebih dahulu untuk keselamatan bersama," kata jubir Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, saat jumpa pers virtual, Selasa (8/2/2022).

Wiku menilai sepatutnya pemerintah daerah (pemda) dan penyelenggara wisata mendeteksi dini masyarakat yang positif Corona. Apalagi, kata Wiku, lokasi wisata cenderung padat.

"Selain kesadaran harus tinggi dari masyarakat, pemerintah setempat termasuk penyelenggara wisata, sebagai penanggung jawab fasilitas publik, untuk betul-betul melakukan screening kesehatan, karena dapat mencegah penularan yang tinggi di tengah kondisi alamiah fasilitas publik yang cenderung padat," ujarnya.

Agar memberi efek jera, Wiku menilai perlu ada sanksi kepada pihak yang melanggar aturan. Aturan, menurut Wiku, harus ditegakkan agar dapat memberikan dampak baik ke seluruh masyarakat.

"Untuk pemerintah daerah, juga harus memberikan sanksi yang memberi efek jera pada masyarakat. Karena sudah dua tahun berjalan pandemi. TNI-Polri, pemda, perlu menegakkan aturan agar kita semua bisa produktif dan aman COVID-19," imbuhnya.

Pasutri Positif COVID Akan Diklarifikasi Polisi

Polresta Malang Kota sebelumnya melayangkan undangan klarifikasi bagi pasutri yang mengaku positif COVID-19 dan jalan-jalan ke Malang. Klarifikasi sendiri rencananya digelar via Zoom, apabila pria tersebut masih positif COVID-19.

Kasi Humas Polresta Malang Ipda Eko Novianto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polresta Samarinda berkaitan dengan pengiriman surat undangan klarifikasi tersebut. Polresta Samarinda dilibatkan karena pasutri COVID-19 tersebut merupakan warga Kalimantan Timur.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Satgas: Kenaikan Kasus Corona Kini 2,5 Kali Lebih Cepat dari Lonjakan Kedua':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT