ADVERTISEMENT

Jejak 5 Tahun Bebaskan Buaya 'Legendaris' Berkalung Ban di Palu

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 13:08 WIB
Warga tangkap buaya berkalung ban di Kota Palu, Sulteng (Dok. Istimewa)
Warga menangkap buaya berkalung ban di Kota Palu, Sulteng. (Dok. Istimewa)

Pemerhati Reptil Australia Turun Tangan Selamatkan Buaya Berkalung Ban

Matt Wright, pemerhati reptil dari Australia, resmi tergabung dalam satuan tugas (satgas) penanganan buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada 2020. Peralatan dan strategi penyelamatan buaya muara tersebut kini telah dipersiapkan, namun tetap tak membuahkan hasil.

"Matt Wright bersama rekannya, Chris Wilson, yang juga pemerhati reptil asal Australia, resmi bergabung dalam satgas," ungkap Ketua Tim Satgas I Haruna kepada wartawan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulteng, Jalan Moh Yamin, Palu, Senin, 10 Februari 2020.

Keputusan ini ada dalam surat yang diterbitkan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Kepala BKSDA Sulteng bernomor S.110/KKH/MJ/KSA.2/02/2020 tertanggal 10 Februari 2020. Matt Wright, yang juga presenter National Geographic Wild, saat itu ada di bawah koordinasi Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni.

Diketahui, Matt Wright bersama tim melakukan observasi di sarang buaya yang terlilit ban sepeda motor pada Minggu, 9 Februari, di Muara Sungai Palu.

Namun, pada 17 Februari 2020, itu tim dari Australia dipastikan gagal menyelamatkan buaya berkalung ban itu.

"Beliau sudah balik jam 16.00 WIB. Beliau balik ke Australia karena sudah lama mencari satwa liar itu," kata Haruna.


(nvl/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT