Soeharto Dioperasi Lagi

Soeharto Dioperasi Lagi

- detikNews
Jumat, 12 Mei 2006 00:01 WIB
Jakarta - Seminggu sudah mantan Presiden Soeharto harus menghabiskan waktunya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Setelah dioperasi pada 8 Mei lalu, Kamis malam penguasa Orde Baru itu dioperasi lagi.Operasi sebelumnya mengharuskan Soeharto mengikhlaskan 40 cm ususnya dipotong. Tetapi operasi yang dilakukan pukul 19.00 WIB ini berbeda. Operasi kali ini hanya operasi kecil.Hal itu disampaikan oleh tim dokter Soeharto dalam jumpa pers yang dilakukan di RSPP, Jl Kiai Maja, Jakarta Selatan, Kamis (11/5/2006)."Kami harus mengoperasi Pak Harto untuk memasukkan pipa lambung yang gedenya sebesar jari kelingking orang dewasa," cetus Hermansyur, salah seorang anggota tim.Dikatakan dia, tim dokter harus membuat lubang sebesar 1 cm di dinding perut sebelah kiri atas untuk memasukkan pipa itu. Pada saat dioperasi oleh sekitar 10 dokter, Soeharto tidak dibius.Hermansyur menambahkan, operasi ini dilakukan setelah dokter melakukan observasi pada Kamis siang pukul 13.00 WIB. Saat itu Soeharto mengalami sesak nafas, muntah dan perut kembung."Dari evaluasi tim, hal itu disebabkan lambungnya penuh berisi cairan dan udara," imbuh Hermansyur.Akibat kembung, akhirnya diafragma Soeharto tertekan. Karena itu pernafasannya terganggu dan menyebabkan perasaan gelisah."Dengan pemasangan ini memang akan memperlambat proses penyembuhannya, namun resiko komplikasi karena sesak nafas akan berkurang. Kami baru saja melakukan tindakan penyelamatan," jelas dokter berkaca mata itu.Paling sedikit pipa itu harus terpasang 4 minggu. Bila kondisi Soeharto makin membaik, ia pun bisa meninggalkan rumah sakit walaupun pipa masih terpasang.Sebenarnya dalam memasang pipa lambung bisa tanpa operasi. Caranya dengan memasang melalui lubang hidung. Namun cara ini tidak diambil tim dokter. Menurut Hermansyur cara itu bisa menimbulkan sakit tenggorokan dan batuk.Sejak pemotongan usus beberapa waktu lalu, Soeharto belum bisa buang air besar dan buang gas alias kentut. Pasalnya fungsi ususnya masih belum kembali.Apakah ada rekomendasi berobat ke luar negeri? "Keluarga sudah mempercayakan pada dokter di Indonesia. Kami merasa tidak perlu dibawa ke luar negeri. Sekarang ini kesehatan dia sudah membaik," ujar Joko Raharjo, anggota tim dokter kepresidenan lainnya.Dalam jumpa pers yang berlangsung tak lebih dari 10 menit dihadiri oleh 5 dokter yang menangani Soeharto. Mereka adalah Jose, Adji Soeprajitno, Joko Raharjo, Hermansyur, dan Ibrahim. Tampak pula mantan Mensesneg Moerdiono. (nvt/)


Berita Terkait