ADVERTISEMENT

Pengacara Minta Edy Mulyadi Segera Disidang: Nggak Usah Dilama-lamain!

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 09:50 WIB
Jakarta -

Tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA, Edy Mulyadi, batal mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan. Edy Mulyadi juga tidak mengajukan praperadilan untuk kasus ujaran kebencian yang menjeratnya, dengan harapan dia segera diadili.

"Enggak (mengajukan praperadilan) juga, sementara ini belum ada keputusan untuk itu. Sampai saat ini kami belum ada, ya, pertimbangannya biar segala sesuatunya terungkap saja kalau seandainya langsung pengadilan ya begitu," kata pengacara Edy Mulyadi, Djudju Purwantoro, saat dimintai konfirmasi, Selasa (8/2/2022).

Djuju meminta proses persidangan kliennya, Edy Mulyadi, segera dilakukan. Dia berharap proses hukum kliennya hingga di persidangan tidak diulur-ulur.

"Kita berharap coba lo bisa lebih dipercepat saja gitu kan proses persidangan. Kalau memang harus melalui persidangan gitu. Artinya nggak usah lama-lamain gitu, ya tentu ada aturannya penahannya semua sesuai dengan aturan saja tidak harus diulur-ulur lagi gitu lah. Kita ikuti aturan yang ada aja," kata Djuju.

Dia mengatakan pihaknya masih berencana mengirim surat ke Dewan Pers. Djuju menyebut surat itu sudah siap untuk diajukan.

"Ya kita segera ajukan, ya, kalau nanti dimungkinkan untuk segera di ajukan ke Dewan Pers begitu," ucap Djuju.

"Iya (surat) sudah (siap), tinggal keputusan untuk diajukannya secara formil gitu secara pasti," katanya.

Selain itu, dia menegaskan pihaknya bakal mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Dia kembali menyebut Edy Mulyadi sebagai insan pers yang perlu mendapat atensi dari Dewan Pers.

"Ya kita ikuti saja, ikuti saja prosedur hukum yang ada begitu, juga sebetulnya karena beliau adalah bagian dari insan pers juga, seharusnya juga tentu dalam hal ini Dewan Pers juga harus ada perhatian gitu," tuturnya.

Lihat juga video 'Bareskrim Periksa Azam Khan Terkait Kasus 'Jin Buang Anak' Edy Mulyadi':

[Gambas:Video 20detik]

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT