Hoax 'TNI Paksa Vaksin', PBSI Nyatakan Wawat Sudah Bukan Pengurus

Tim detikcom - detikNews
Senin, 07 Feb 2022 17:38 WIB
Potongan video seorang personel TNI memiting warga
Foto: Tangkapan Layar video viral terkait hoaks TNI memaksa warga vaksinasi.
Jakarta -

Video dengan narasi TNI memaksa warga melakukan vaksinasi dipastikan hoax. PBSI kemudian jadi trending di Twitter karena salah satu pengurusnya, Wawat Kurniawan, diviralkan menjadi salah satu penyebar kabar tersebut. PBSI menyatakan sosok Wawat Kurniawan tak lagi berada di kepengurusan.

Setelah TNI memastikan video warga dipaksa menjalani vaksinasi hoax, akun Wawat jadi sorotan netizen. Dilihat detikcom, Senin (7/2/2022), beberapa netizen telah meng-capture cuitan Wawat yang menyebut aksi TNI tersebut merupakan 'cara vaksin model baru'.

Selain tangkapan layar cuitan Wawat Kurniawan, foto Wawat beredar di media sosial. Salah satu foto tersebut memperlihatkan Wawat mengenakan jas abu-abu dengan logo PBSI di dada kiri. Akun Twitter resmi PBSI, @INABadminton, diseret netizen yang meminta penjelasan. PBSI pun jadi trending Twitter di Indonesia.

PBSI lewat akun Twitter resmi mereka buka suara. PBSI menyebut Wawat bukan lagi bagian dari mereka per akhir Desember 2021.

"Menanggapi informasi mengenai Sdr. Wawat Kurniawan, bahwa yang bersangkutan sudah tidak lagi menjadi bagian dari PP PBSI per 31 bulan Desember 2021," demikian pernyataan PBSI lewat sebuah gambar yang diunggah di Twitter. Unggahan tersebut diberi keterangan 'Pernyataan PP PBSI!'.

Lalu, siapakah Wawat Kurniawan? Nama Wawat Kurniawan memang masuk jajaran kepengurusan PBSI periode 2020-2024. Wawat tercatat sebagai pengurus di bidang informasi teknologi PBSI sebelum dinyatakan sudah tak berorganisasi lagi.

detikcom sudah mencoba menghubungi Wawat Kurniawan via akun media sosialnya untuk mendapatkan keterangannya, tapi belum direspons.

Pernyataan TNI

Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe buka suara terkait video viral itu. Dia membantah tindakan itu dilakukan saat tengah memaksa warga melakukan vaksinasi.

Fahmi mengatakan anggota TNI itu tengah membantu warga mengamankan keluarganya yang membawa senjata tajam. Pria berkemeja itu ternyata orang dalam gangguan jiwa (ODGJ)

"Kejadian bermula dari laporan kakak pelaku, Kidan, yang meminta bantuan kepada Ketua RT setempat untuk mengamankan adiknya yang sering meresahkan warga," kata Aulia Fahmi dalam keterangan, Minggu (6/2/2022).

Laporan tersebut diteruskan Ketua RT kepada Babinsa Duren Mekar Sertu Mukidi bersama pihak puskesmas dan Dinas Sosial Bogor untuk menangani.

"Mulyadi berhasil diamankan dan diberikan (disuntik) obat penenang dari pihak Puskesmas. Selanjutnya dibawa ke rumah sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi didampingi pihak keluarga," katanya.

Simak Video: Heboh TNI Disebut Paksa Warga di Depok Vaksinasi, Ternyata ODGJ

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/fjp)