Ahli Psikiatri Forensik: Rasa Takut Adam Deni ke Jerinx Situasional

Zunita Putri - detikNews
Senin, 07 Feb 2022 14:17 WIB
Sidang Jerinx
Sidang Jerinx (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Spesialis psikiatri forensik dari RS AU dr Esnawan Antariksa, Letnan Kolonel Tara Aseana, mengungkapkan hasil pemeriksaan Adam Deni Gearaka yang mengaku diancam I Gede Aryastina alias Jerinx SID. Apa hasilnya?

Hal itu diungkapkan dr Tara Aseana saat bersaksi di sidang Jerinx di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (7/2/2022). Tara mengatakan tidak ditemukannya rasa takut berlebihan yang menimbulkan stres pada diri Adam Deni.

"Saat itu kami membuat kesimpulan; 1. Terperiksa Adam Deni Gearaka pada saat pemeriksaan tidak dapat ditemukan adanya gangguan jiwa yang lazim ditemukan di korban kekerasan, dan kami juga tidak menemukan adanya gangguan alam perasaan menetap yang berat. Seperti misalnya depresi yang berat misalnya seperti itu, yang dapat mengganggu aktivitas harian dan fungsi sosial sehingga kami menemukan Adam Deni sendiri sudah bisa melakukan aktivitas harian, pekerjaan, dan melakukan fungsi sosial," ungkap dr Tara.

Tara juga menyebut Adam Deni memang sempat merasa takut. Namun rasa takut itu bersifat sementara.

"Saat terperiksa datang, yang bersangkutan memang mengatakan bahwa dia merasa adanya perasaan takut saat dia mempersepsikan Jerinx mengancam dirinya, kami analisis perasaan tersebut sebetulnya ada apa dengan perasaan takut tersebut, kami analisanya bahwa perasaan takut yang ia rasakan merupakan respons terperiksa saat berhadapan situasi yang ia persepsikan sebagai ancaman. Dan ini respons dialami oleh orang-orang apabila dia menghadapi suatu ancaman, namun dengan pola pikir yang cenderung rasional dan analitis, terperiksa mampu mengelola masalah yang dihadapinya, dan melakukan upaya antisipasi, supaya terhindar dari situasi yang tak diharapkan dengan cara konsultasi hukum kepada pengacara terkait sikap Saudara Jerinx," tuturnya.

Tak hanya itu, dr Tara juga mengungkapkan Adam Deni juga masih sadar dan dinilai mampu mengidentifikasi masalah.

"Selain itu ia juga mampu mengidentifikasi penggemar Saudara Jerinx yang ia persepsikan bisa melakukan suatu hal kepada dirinya saat dia sedang berpergian. Ia jg mampu melakukan antisipasi untuk mengurangi kecemasan yang ditimbulkan Jerinx terhadap dirinya, seperti tidak menerima telepon Jerinx karena mempersepsikan Jerinx berkata kasar ke dirinya, dan mengurangi aktivitas di medsos," lanjutnya.

Mendengar penjelasan dr Tara, hakim lantas bertanya apakah rasa takut Adam Deni terhadap ancaman Jerinx itu bersifat tetap atau sementara. Tara menegaskan rasa takut Adam Deni itu situasional.

"Apakah rasa takutnya bersifat tetap atau bisa hilang? Atau seperti apa?" tanya hakim ketua.

"Apakah ini sementara atau kelanjutan, dari hasil kami ini situasional. Jadi misal saat kondisi kondusif misal yang bersangkutan jalan tapi tidak ada penggemar Jerinx dia akan bersikap biasa. Tapi kalo ada, dia akan waspada, jadi situasional," tegas dr Tara.

Tara juga mengatakan saat diperiksa di forensik rumah sakit Adam Deni sudah tidak menunjukkan rasa takutnya. Psikis Adam Deni dinyatakan normal.

"Dari observasi dan wawancara, kami tidak menemukan rasa takut. Saat kami bertemu yang bersangkutan dia dalam keadaan tenang, sadar, kooperatif, mampu menceritakan perkara hukum, info yang diberikan logis, dan dia bisa ekspresikan tergantung topik yang dia bicarakan," jelas Tara.

"Artinya psikisinya normal?" tanya hakim lagi.

"Iya. Betul," jawab Tara.

Pengacara Singgung Adam Deni Plesiran ke Bali

Dalam sidang ini, pengacara Jerinx juga bertanya ke dr Tara tentang rasa takut Adam Deni. Pengacara bertanya apakah kunjungan Adam Deni ke Bali, bisa dikatakan sebagai bentuk rasa takut terhadap Jerinx.

"Adam Deni katakan takut sama Jerinx, tapi ada fakta bahwa Adam Deni di Bali kemudian buat postingan secara terbuka 'disuruh ke Bali sama pengikut J, gua samperin', gitu postingannya di bandara 'adu uji nyali' tulisan stories-nya. Apakah itu termasuk rasa takut padahal pendukung Jerinx di Bali banyak?" tanya pengacara Jerinx dan dijawab 'tidak' oleh Tara.

"Apakah valid keterangan dia bilang takut dengan pengikut J, sementara dia datang ke Bali datang seperti itu, dan selama aktivitas dia di Bali dia menantang dengan hashtag 'silakan cari saya'. Apakah itu menunjukkan rasa takut?" cecar pengacara Jerinx.

"Tidak," jawab dr Tara Aseana.

Diketahui, hari ini Jerinx kembali menjalani sidang lanjutan kasus pengancaman Adam Deni. Jerinx didakwa melakukan pengancaman berisi kekerasan terhadap Adam Deni. Jerinx melakukan itu menggunakan ponsel milik istrinya atas nama Nora Candra Dewi alias Nora Alexandra.

Jerinx didakwa melanggar Pasal 29 juncto Pasal 45 B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU ITE) serta Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (4) UU ITE.

(zap/knv)