ADVERTISEMENT

Seskab Pramono Ungkap Pernah Paksa Menko Pulang dari AS, Kenapa?

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 05 Feb 2022 15:43 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung buka-bukaan pengalamannya selama 7 tahun mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Satu yang menurutnya berkesan, dia pernah meminta seorang menteri koordinator (menko) yang baru tiba di Amerika Serikat (AS) untuk pulang ke Indonesia mengikuti rapat kabinet.

Menurut Pramono, tugasnya sebagai Seskab tidaklah mudah, apalagi mengikuti ritme kerja Presiden Jokowi yang tinggi. Jokowi kerap menggelar rapat untuk menentukan kebijakan. Karena itu, dia sering kali harus tegas agar para bawahan Jokowi hadir dalam rapat-rapat penting.

"Ribet banget, tapi gini, kita harus ada waktunya tegas, harus ada waktunya ada toleransi. Misal contoh, kalau sidang kabinet paripurna itu yang sebulan sekali, menteri mau siapa pun, mau menko, mau siapa, minta izin saya nggak akan kasih," kata Pramono saat Podkabs bersama Putri Tanjung seperti dilihat di YouTube Setkab, Sabtu (5/2/2022).

Pramono menyebut tegas terkait izin tersebut lantaran Jokowi meminta agar para menterinya hadir saat sidang kabinet paripurna. Dia bahkan pernah memaksa salah satu menko yang baru tiba di New York, Amerika Serikat, untuk kembali ke Indonesia mengikuti sidang kabinet paripurna.

"Karena Presiden juga minta semua hadir di sidang kabinet paripurna, bahkan ada seorang menko saya nggak cerita menko-nya siapa, baru terbang mendarat di New York, kemudian ada sidang kabinet paripurna, dia minta izin untuk nggak ikut. Saya bilang 'nggak, harus ikut'," ucapnya.

Pramono mengaku dengan tegas meminta menko tersebut untuk pulang ke Tanah Air. Dia bahkan mengancam tidak akan mengirim undangan lagi kepada yang bersangkutan jika tidak kembali ke Indonesia.

"'Pulang, daripada nanti Pak Menko', saya nggak sebut nama, nggak etis, 'daripada nanti saya nggak kirim surat undangan lagi loh'. Mau siapa saja, pasti nggak," ujarnya.

Pramono menyebut akan lebih toleran ketika hanya rapat terbatas dan menteri terkait tidak menjadi pokok bahasan dalam rapat. Dia memastikan tidak mempersoalkan jika ada pihak yang tidak senang dengan ketegasannya.

"Tapi kalau rapat terbatas, menteri yang mau presentasi harus datang. Tapi menteri yang nggak jadi main topic-nya diizinkan, oke bolehlah. Karena kalau minta izin sama Presiden, diizinkan. Saya bagian galaknya nggak apa-apa, kalau orang nggak seneng, juga nggak apa," tuturnya.

Simak Video 'Pramono Ungkap Jokowi Presiden Workaholic-Tak Suka Basa-basi':

[Gambas:Video 20detik]




(maa/hri)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT